Perwakilan Komunita Jurnalis TAMEME menyerahkan paket bantuan untuk korban terdampak gempa Magnitudo 6,7 di Desa Lembantongoa, Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah, Sabtu (27/6/2026). (Foto: Ist)
PUSARAN – Di saat banyak bantuan terkonsentrasi di wilayah yang mudah diakses, Komunitas Jurnalis TAMEME memilih menembus jalan rusak dan medan terjal demi mengantarkan bantuan korban gempa Sigi ke dua dusun terpencil di Kecamatan Palolo.
Aksi kemanusiaan ini menjadi bukti bahwa warga di pelosok juga berhak mendapat perhatian.
Bantuan kemanusiaan disalurkan kepada warga terdampak gempa Magnitudo 6,7 di Desa Lembantongoa, Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah, Sabtu (27/6/2026).
Baca juga: Jam’iyyah SD Islam Al Azhar 63 Palu Salurkan Bantuan Korban Gempa Sigi
Sasaran utama adalah warga di Dusun Tokelemo dan Dusun Lewonu, dua wilayah yang aksesnya paling sulit namun masih membutuhkan bantuan pascagempa.
Komunitas TAMEME sengaja memilih dua dusun tersebut karena banyak rumah warga mengalami kerusakan, sementara lokasinya berada jauh dari pusat desa.
Puluhan paket sembako diserahkan langsung kepada keluarga terdampak. Setiap paket berisi beras, minyak goreng, gula pasir, serta kebutuhan pokok lainnya.
Baca juga: Camat dan Lurah Siap Wujudkan Kota Palu Ramah Penyandang Disabilitas
Selain sembako, relawan juga membagikan perlengkapan memasak berupa panci dan belanga, serta paket khusus berisi susu dan cokelat untuk anak-anak.
Perjalanan menuju Dusun Tokelemo dan Dusun Lewonu tidaklah mudah.
Jalan rabat beton hanya tersedia di sekitar pusat pemerintahan Desa Lembantongoa. Setelah itu, tim harus melewati jalan tanah berbatu, tanjakan curam, dan medan yang cukup ekstrem.
Di tengah perjalanan, kendaraan yang mengangkut bantuan bahkan sempat mengalami ban bocor. Namun, kondisi tersebut tidak menyurutkan semangat relawan untuk memastikan bantuan tiba langsung di tangan warga.
Perwakilan Komunitas Jurnalis TAMEME, Wawan Coxi, mengatakan aksi tersebut merupakan bentuk kepedulian insan pers terhadap masyarakat yang sedang menghadapi bencana.
“Kami datang bukan hanya membawa bantuan, tetapi juga ingin menunjukkan bahwa warga terdampak gempa tidak sendiri. Teman-teman di Komunitas TAMEME terus menggalang dukungan agar bantuan bisa sampai kepada masyarakat yang benar-benar membutuhkan,” kata Coxi.
Baca juga: Mahasiswa Pelaku Pembunuhan di Desa Era Ditangkap di Kolaka Timur
Dia menjelaskan, Dusun Tokelemo dan Dusun Lewonu dipilih karena berada di wilayah yang relatif jauh sehingga membutuhkan perhatian lebih dibanding kawasan yang mudah dijangkau.
“Kami sengaja memilih dusun dengan akses paling sulit. Semoga bantuan ini dapat meringankan beban warga, terutama mereka yang rumahnya mengalami kerusakan berat,” ujarnya.
Baca juga: Bupati Morut dan Danrem 132/Tadulako Resmikan Jembatan Perintis Garuda
Anggota Komunitas TAMEME, Mohammad Iqbal, menjelaskan seluruh bantuan berasal dari para donatur yang mempercayakan penyalurannya kepada komunitas tersebut.
Menurut dia, seluruh bantuan diserahkan langsung kepada warga agar tepat sasaran.
“Medannya memang berat. Kendaraan kami bahkan sempat mengalami ban bocor. Namun, semua itu tidak mengurangi semangat kami untuk memastikan bantuan tiba langsung di tangan warga yang membutuhkan,” tutur Iqbal.
Baca juga: Mastam Mustaring Desak Pemkab Morut Buka Data Pendapatan Asli Daerah
Dia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh donatur yang telah berpartisipasi dalam aksi kemanusiaan tersebut.
“Terima kasih kepada seluruh donatur yang telah mempercayakan bantuannya melalui Komunitas TAMEME. Alhamdulillah, amanah itu telah kami salurkan kepada masyarakat terdampak gempa di Dusun Tokelemo dan Dusun Lewonu. Semoga menjadi amal kebaikan bagi semua pihak yang telah berbagi,” katanya.
Iqbal menegaskan proses pemulihan pascagempa masih membutuhkan dukungan berbagai pihak.
Baca juga: Perkuat Sinergi, Danrem 132/Tadulako Kunjungi PT GNI
Karena itu, Komunitas Jurnalis TAMEME masih membuka kesempatan bagi masyarakat, komunitas, lembaga, maupun perusahaan yang ingin menyalurkan bantuan kepada korban gempa di Kabupaten Sigi.
“Kami siap membantu menyalurkan bantuan secara langsung kepada masyarakat yang benar-benar membutuhkan. Semoga semangat gotong royong ini terus terjaga hingga proses pemulihan selesai,” pungkasnya.
Baca juga: Bupati Delis Gratiskan Sembako di Reses Ketua PKS Morut
Kedatangan relawan disambut hangat oleh warga. Senyum dan rasa syukur terlihat saat bantuan diterima.
Bagi masyarakat di dua dusun terpencil tersebut, bantuan yang datang bukan hanya memenuhi kebutuhan pokok, tetapi juga menjadi bukti bahwa mereka tidak berjuang sendirian menghadapi dampak gempa. (*)
PUSARAN - Puluhan Camat dan Lurah siap mewujudkan Kota Palu ramah penyandang disabilitas melalui penguatan…
PUSARAN - Jam'iyyah SD Islam Al Azhar 63 Palu kembali menunjukkan kepedulian kemanusiaan dengan menyalurkan…
PUSARAN - Ketua DPD PKS Morowali Utara (Morut), Mastam Mustaring, menegaskan pentingnya memperkuat peran koperasi…
PUSARAN - Misteri kasus pembunuhan yang menggemparkan warga Desa Era, Kecamatan Mori Utara, Kabupaten Morowali…
PUSARAN - Bupati Morowali Utara (Morut) Delis Julkarson Hehi bersama Komandan Korem (Danrem) 132/Tadulako Brigjen…
PUSARAN - Sekretaris Fraksi Indonesia Sejahtera DPRD Morowali Utara (Morut), Mastam Mustaring, angkat suara sejumlah…
This website uses cookies.