PUSARAN – Ketua DPD PKS Morowali Utara (Morut), Mastam Mustaring, menegaskan pentingnya memperkuat peran koperasi sebagai pilar ekonomi masyarakat di tengah pesatnya arus investasi dan tantangan ekonomi yang sedang dihadapi daerah.
Pernyataan tersebut disampaikan Mastam saat menghadiri Rapat Anggota Tahunan (RAT) Koperasi Mujur Jaya Desa Molino, Sabtu (27/6/2026).
Sebagai anggota Komisi II DPRD Morut yang membidangi kesejahteraan masyarakat, pertanian, perkebunan, dan koperasi, dia mengaku memiliki tanggung jawab untuk ikut menentukan arah dan kebijakan koperasi tersebut.
Baca juga: Mastam Mustaring Desak Pemkab Morut Buka Data Pendapatan Asli Daerah
Mastam mengatakan dirinya tidak hanya hadir sebagai anggota DPRD, tetapi juga sebagai masyarakat Desa Molino sekaligus anggota Koperasi Mujur Jaya.
Karena itu, menurutnya, seluruh pihak perlu membangun sinergi agar koperasi mampu berkembang dan memberikan manfaat nyata bagi anggotanya.
“Kita harus saling bersinergi bagaimana menentukan arah dan kebijakan Koperasi Mujur Jaya Desa Molino,” ujarnya.
Baca juga: Perkuat Sinergi, Danrem 132/Tadulako Kunjungi PT GNI
Dalam sambutannya, Mastam menyoroti perkembangan investasi di Kabupaten Morowali Utara yang terus meningkat, baik di sektor perkebunan maupun pertambangan.
Dia menilai, masuknya investasi merupakan pencapaian yang patut dijaga karena dapat mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.
Menurutnya, Kecamatan Petasia Timur kini menjadi salah satu kawasan yang berkembang pesat sebagai pusat industri pertambangan dan perkebunan.
Baca juga: Bupati Morut dan Danrem 132/Tadulako Resmikan Jembatan Perintis Garuda
Kondisi tersebut membuka peluang besar bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat apabila dikelola dengan baik.
Namun, Mastam mengingatkan bahwa keberhasilan investasi tidak cukup hanya diukur dari besarnya nilai investasi yang masuk.
Yang lebih penting adalah apakah keberadaan investor benar-benar mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat, khususnya warga Desa Molino.
Dia mengaku masih memiliki pertanyaan besar mengenai sejauh mana manfaat investasi telah dirasakan oleh masyarakat setempat.
Ketua PKS Morut Sentil Gangguan Keamanan
Selain membahas investasi, Mastam juga menyinggung meningkatnya gangguan stabilitas keamanan yang terjadi di tengah perkembangan kawasan industri.
Menurutnya, fenomena tersebut menjadi salah satu persoalan yang perlu mendapat perhatian bersama agar iklim investasi tetap kondusif sekaligus memberikan rasa aman bagi masyarakat.
Karena itu, dia mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk menjaga keseimbangan antara pertumbuhan investasi dengan kepentingan masyarakat lokal.
Baca juga: Mahasiswa Pelaku Pembunuhan di Desa Era Ditangkap di Kolaka Timur
Mastam menegaskan bahwa koperasi tidak boleh hanya dipandang sebagai lembaga simpan pinjam.
Dia berharap pengurus Koperasi Mujur Jaya mampu menjadikan koperasi sebagai tonggak perekonomian masyarakat Desa Molino yang dapat menciptakan peluang usaha, meningkatkan kesejahteraan anggota, serta memperkuat ekonomi desa di tengah perubahan ekonomi yang sedang berlangsung.
Mastam mengatakan, koperasi memiliki peran strategis sebagai penunjang ekonomi masyarakat apabila dikelola secara profesional dan berorientasi pada kebutuhan anggota.
Kemampuan Fiskal Morowali Utara Sedang Tertekan
Dalam kesempatan yang sama, Ketua PKS Mastam Mustaring juga mengungkapkan kondisi fiskal Pemerintah Kabupaten Morowali Utara yang sedang mengalami tekanan.
Dia menyebut kemampuan keuangan daerah saat ini belum mampu memenuhi sejumlah kewajiban pemerintah.
Beberapa hak pegawai dan penyelenggara pemerintahan, seperti Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP) Aparatur Sipil Negara (ASN), gaji Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK), hingga tunjangan anggota DPRD, disebut belum dibayarkan selama hampir tiga bulan.
Baca juga: Bupati Delis Gratiskan Sembako di Reses Ketua PKS Morut
Menurut Mastam, kondisi tersebut dipengaruhi oleh kebijakan pemangkasan anggaran dari pemerintah pusat yang berdampak terhadap kemampuan fiskal daerah.
Di sisi lain, berbagai regulasi yang diterapkan pemerintah, menurutnya, bukan bertujuan mempersulit dunia investasi, melainkan untuk menertibkan aktivitas para pelaku usaha.
Meski demikian, Mastam mengakui bahwa penerapan regulasi tersebut juga membawa dampak terhadap dunia industri, termasuk terjadinya pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap ribuan karyawan di kawasan industri PT SEI.
Baca juga: Iduladha 1447 Hijriah, CV Putri Perdana Salurkan Tujuh Sapi Kurban
Menutup sambutannya, Mastam menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, koperasi, masyarakat, dan pelaku usaha dalam menghadapi tantangan ekonomi yang sedang dihadapi Morowali Utara.
Dia berharap Koperasi Mujur Jaya dapat terus berkembang menjadi kekuatan ekonomi masyarakat Desa Molino, sehingga manfaat pembangunan dan investasi benar-benar dapat dirasakan oleh warga secara luas.
“Hari ini kita hanya membahas angka saja, jadi beberapa penyampaian saya tadi dapat menjadi masukan untuk perkembangan koperasi Mujur Jaya ini,” sebut Mastam. (ham)












