Deklarasi Ahmad Ali Center bertempat di Hotel Best Western (BW) Palu, Jumat (17/7/2026). (Foto: Ist)
PUSARAN – Ahmad Ali Center (AAC) akhirnya menanggalkan identitas politik dan menegaskan arah baru sebagai organisasi sosial dan kemanusiaan di Sulawesi Tengah (Sulteng) dalam deklarasi yang berlagsung di Hotel Best Western (BW) Palu, Jumat (17/7/2026).
Pendiri AAC, Ahmad Ali, memastikan organisasinya tidak lagi bergerak untuk kepentingan politik praktis, melainkan fokus menjalankan program sosial bagi masyarakat.
Deklarasi Ahmad Ali Center tersebut dihadiri ribuan relawan dari 13 kabupaten/kota di Sulteng. Prosesi ini sekaligus menjadi simbol perubahan identitas AAC yang sebelumnya hadir sebagai ikon Partai NasDem di Sulteng.
Baca juga: Belum Genap Setahun, Sport United Poboya Junior Langsung Jadi Juara Nasional
Ahmad Ali menjelaskan, deklarasi ini menjadi pernyataan sikap untuk mengembalikan organisasi ke tujuan awal saat didirikan pada 2018. Saat itu, AAC menjadi salah satu organ perjuangan relawan yang identik dengan Partai NasDem.
“Deklarasi hari ini sebenarnya adalah pernyataan sikap kembali atas eksistensi Ahmad Ali Center. Dulu AAC dibentuk pada 2018 sebagai salah satu organ perjuangan relawan,” ungkapnya kepada awak media.
Namun setelah dirinya tidak lagi menjadi bagian dari partai tersebut, Ahmad Ali memutuskan mengembalikan AAC sebagai wadah gerakan sosial dan kemanusiaan.
Baca juga: Komunitas TAMEME Tembus Dusun Terpencil Salurkan Bantuan untuk Korban Gempa Sigi
“Ketika saya tidak lagi menjadi bagian dari Partai NasDem, maka saya perlu menegaskan kepada seluruh relawan bahwa kita tidak lagi berjuang untuk pergerakan politik, tetapi kita akan berjuang pada kegiatan sosial kemanusiaan,” ujar Ahmad Ali.
Dia menegaskan, Ahmad Ali Center kini hadir sebagai wadah perjuangan sosial yang berorientasi membantu masyarakat Sulawesi Tengah, bukan sebagai kendaraan politik.
Usai deklarasi, Ahmad Ali langsung meminta Hidayat Lamakarate menyusun struktur kepengurusan AAC agar organisasi segera menjalankan program sosial.
Baca juga: Camat dan Lurah Siap Wujudkan Kota Palu Ramah Penyandang Disabilitas
Dia menargetkan kepengurusan Ahmad Ali Center terbentuk secara berjenjang hingga tingkat kecamatan di seluruh Sulteng.
Menurut Ahmad Ali, langkah itu penting karena aktivitasnya di tingkat nasional membuat dirinya tidak selalu berada di Sulawesi Tengah.
“Saya sudah meminta Pak Hidayat Lamakarate segera menyusun kepengurusan sehingga kita bisa beranjak pada kerja-kerja kemanusiaan. Insya Allah kepengurusan akan dibentuk secara terstruktur sampai tingkat kecamatan. Ini bukan gerakan politik, tetapi gerakan sosial,” katanya.
Baca juga: Jam’iyyah SD Islam Al Azhar 63 Palu Salurkan Bantuan Korban Gempa Sigi
Dia berharap AAC mampu menjadi organisasi sosial yang aktif menjalankan program kemanusiaan secara berkelanjutan di seluruh wilayah Sulteng.
Ahmad Ali menyebut sekretariat Ahmad Ali Center masih dalam tahap persiapan karena deklarasi digelar dalam waktu yang singkat.
Dia memastikan alamat sekretariat dan mekanisme pendaftaran anggota akan segera diumumkan kepada masyarakat.
“Sekretariat sedang disiapkan. Nanti akan diumumkan, termasuk pembukaan keanggotaan. Insya Allah seluruh informasinya bisa diakses oleh masyarakat secara luas,” tandas mantan Waketum NasDem itu.
Lebih jauh, Ahmad Ali mengatakan AAC akan fokus membantu masyarakat yang membutuhkan, terutama di bidang pendidikan.
Organisasi tersebut akan memfasilitasi pelajar dan mahasiswa dari keluarga kurang mampu agar tetap dapat melanjutkan pendidikan.
“Kita bukan institusi negara, tetapi kita lebih pada kerja-kerja sosial. Ketika ada adik-adik yang secara ekonomi tidak mempunyai kemampuan untuk melanjutkan pendidikan, Insya Allah AAC akan memfasilitasi itu,” ujarnya.
Selain itu, AAC juga membuka peluang membantu generasi muda yang ingin melanjutkan pendidikan ke jenjang magister (S2), tetapi terkendala kondisi ekonomi.
“Kalau ada adik-adik yang punya mimpi melanjutkan pendidikan S2 tetapi lahir dari keluarga yang tidak beruntung, Insya Allah AAC akan hadir untuk memfasilitasi mereka,” tambahnya.
Meski menegaskan AAC bukan organisasi politik, Ahmad Ali mengakui Hidayat Lamakarate merupakan salah satu tokoh potensial di Sulteng.
Pengakuan itu menjawab pertanyaan wartawan saat itu. Namun, dia kembali menegaskan bahwa Ahmad Ali Center tidak dibentuk sebagai kendaraan politik.
“Sekali lagi, AAC sekarang ini tidak dirancang untuk gerakan politik, tetapi lebih kepada gerakan sosial. Namun saya tidak bisa menafikan bahwa Hidayat Lamakarate adalah salah satu tokoh potensial. Saya tidak ingin kemampuan dan kapasitasnya yang sangat mumpuni tidak mendapat kesempatan hanya karena alasan ekonomi,” jelasnya.
Baca juga: Bupati Morut dan Danrem 132/Tadulako Resmikan Jembatan Perintis Garuda
Dia juga memastikan akan membantu menyiapkan putra-putri terbaik Sulteng jika di masa mendatang dibutuhkan pemimpin yang mampu memberikan pelayanan maksimal kepada masyarakat.
“Kalau nanti kita melihat kepemimpinan di kabupaten maupun provinsi tidak maksimal memberikan pelayanan kepada masyarakat, saya akan berjuang sungguh-sungguh menyiapkan calon untuk maju. Prioritasnya tentu mereka yang menjadi aktivis di AAC,” tegas Ahmad Ali. (ham)
PUSARAN - Siapa sangka tim yang belum genap berusia satu tahun mampu menaklukkan klub-klub terbaik…
PUSARAN - Di saat banyak bantuan terkonsentrasi di wilayah yang mudah diakses, Komunitas Jurnalis TAMEME…
PUSARAN - Puluhan Camat dan Lurah siap mewujudkan Kota Palu ramah penyandang disabilitas melalui penguatan…
PUSARAN - Jam'iyyah SD Islam Al Azhar 63 Palu kembali menunjukkan kepedulian kemanusiaan dengan menyalurkan…
PUSARAN - Ketua DPD PKS Morowali Utara (Morut), Mastam Mustaring, menegaskan pentingnya memperkuat peran koperasi…
PUSARAN - Misteri kasus pembunuhan yang menggemparkan warga Desa Era, Kecamatan Mori Utara, Kabupaten Morowali…
This website uses cookies.