Berita

PPPK Morut Keluhkan Penundaan dan Masa Berlaku SK

MORUT – Sejumlah tenaga Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) di Kabupaten Morowali Utara (Morut) menyampaikan keluhan mereka kepada Wakil Ketua Komisi I DPRD Morut, Arman Purnama Marunduh, terkait nasib pengangkatan dan status kepegawaian mereka.

Dalam pertemuan yang berlangsung pada Minggu (1/6/2025) malam, para PPPK Morut menyuarakan keberatan atas penundaan Terhitung Mulai Tanggal (TMT) pengangkatan mereka, yang semestinya berlaku sejak 1 April 2025.

Namun, akibat perubahan kebijakan dari Kementerian PAN-RB, TMT tersebut tertunda hingga Oktober 2025 bersamaan dengan PPPK gelombang kedua.

“Padahal mereka ini sudah dari tahun kemarin melaksanakan tes dan sudah menempuh seluruh persyaratan,” jelas Arman Marunduh.

Baca jugaDPRD Morowali Utara Inisiasi RDP Soal NIP dan SK PPPK 2024

Ia menambahkan bahwa berdasarkan hasil koordinasi lintas pihak tahun ini, PPPK gelombang pertama seharusnya sudah menerima SK pengangkatan sejak 1 April. Pemerintah daerah pun telah menyiapkan anggarannya untuk tanggal tersebut.

Namun, lanjut Arman, akibat perubahan kebijakan pusat, penetapan TMT mengalami dua kali penundaan hingga kembali bergeser ke Oktober 2025.

Para PPPK meminta pemerintah daerah untuk tidak menyamakan mereka dengan gelombang kedua dan segera menerbitkan SK pengangkatan sesuai jadwal awal.

Selain soal TMT, para PPPK juga mengeluhkan masa berlaku Surat Keputusan (SK) pengangkatan yang hanya satu tahun. Mereka membandingkan dengan daerah lain yang memberi SK dengan masa berlaku hingga lima tahun.

“Daerah lain itu mereka SK-nya itu sampai 5 tahun. Tapi kalau kita di sini itu cuma satu tahun. Jadi tiap-tiap tahun diperpanjang,” ujar salah satu perwakilan.

Baca jugaKomisi I DPRD Morut Desak Pembentukan Forum CSR

Dengan menyampaikan langsung aspirasi ini ke DPRD, para PPPK berharap aspirasi mereka melalui Komisi I tersebut bisa mendapatkan solusi konkret dan percepatan dalam penerbitan SK serta perbaikan kebijakan lokal terkait masa kontrak kerja mereka.

“Saya pastikan siap menindaklanjuti keluhan ini kepada instansi terkait di kabupaten maupun ke tingkat lebih tinggi,” sebut Arman Marunduh. (ham)

Redaksi Pusaran

Recent Posts

Karhutla Sulteng Melonjak, 4.147 Hektare Terbakar

PUSARAN - Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Sulawesi Tengah (Sulteng) mencapai sekitar 4.147 hektare…

4 hari ago

PT GNI Ungkap Alasan Penyesuaian 1.900 Karyawan

PUSARAN - PT Gunbuster Nickel Industry (GNI) mengungkap alasan di balik rencana penyesuaian tenaga kerja…

2 minggu ago

Warda Ingatkan Kader Golkar Morut di DPRD dan Desa Tak Lupa Warga

PUSARAN - Ketua DPD II Partai Golkar Morowali Utara (Morut), Warda Dg Mamala, mengingatkan kader…

2 minggu ago

Warda Mamala Dorong Kader Perempuan Golkar Aktif Berpolitik

PUSARAN - Ketua DPD II Partai Golkar Morowali Utara (Morut), Warda Dg Mamala, mendorong kader…

2 minggu ago

Golkar Morut Bidik Kursi Bupati 2030

PUSARAN - Partai Golongan Karya (Golkar) mulai membidik kursi Bupati Morowali Utara (Morut) pada Pilkada…

2 minggu ago

PT COR Group Peduli Warga Terisolir Pasca Bencana Bungku Utara

PUSARAN - PT Central Omega Resources Tbk (COR) Group menunjukkan kepeduliannya terhadap warga yang masih…

4 minggu ago

This website uses cookies.