Berita

Radar Sulteng Resmi Berganti Nama RADAR PALU

×

Radar Sulteng Resmi Berganti Nama RADAR PALU

Sebarkan artikel ini
Rebranding Radar Sulteng ke RADAR PALU
Rebranding Radar Sulteng ke RADAR PALU

PALU – PT Radar Sulteng Membangun, anak perusahaan Jawa Pos Group di Sulawesi Tengah, resmi melakukan rebranding. Setelah hampir 24 tahun menemani masyarakat Sulawesi Tengah, harian Radar Sulteng kini berganti nama menjadi RADAR PALU.

Direktur PT Radar Sulteng Membangun, Murthalib, menjelaskan bahwa perubahan nama ini merupakan bagian dari strategi besar Jawa Pos Group untuk memperkuat identitas media lokal di seluruh Indonesia.

Di tengah tantangan besar media cetak, Jawa Pos Group mengambil langkah ini untuk menghadirkan semangat baru. Tujuannya memperkuat kualitas jurnalistik dan memperluas jangkauan informasi kepada masyarakat.

“Meskipun berganti nama, kami tetap mempertahankan identitas khas ‘RADAR’ sebagai ciri khas koran lokal milik Jawa Pos Group,” ujar Murthalib.

Baca jugaPakar Hukum Pidana Bongkar Kesalahan Penyidik Ditressiber

Pemilihan nama RADAR PALU bukan semata-mata untuk menyoroti wilayah kota Palu, tetapi karena makna filosofisnya yang mendalam. Dalam budaya Kaili, Palu berarti tanah yang terangkat, yang melambangkan kebangkitan dan harapan.

Secara harfiah, palu adalah alat pembentuk dan penghancur mencerminkan peran pers sebagai penempa opini publik dan pengurai persoalan sosial.

Dengan semangat itu, RADAR PALU hadir untuk bangkit kembali sebagai media yang terpercaya, solutif, dan mendalam dalam menyajikan informasi, lanjut Murthalib, yang juga merupakan mantan Pemimpin Redaksi Radar Sulteng.

Baca jugaBapemperda DPRD Morut Matangkan Raperda Kelembagaan Adat dan Budaya Mori

Kini, RADAR PALU menjadi satu-satunya perwakilan Jawa Pos Group di Sulawesi Tengah. Manajemen berkomitmen menjaga bahkan meningkatkan kualitas jurnalistik, tampilan visual, dan kedekatan dengan pembaca.

Bagi pelanggan setia, mitra kerja, dan seluruh masyarakat Sulawesi Tengah, kehadiran RADAR PALU menandai era baru media lokal yang lebih segar, relevan, dan adaptif terhadap perkembangan zaman. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *