Berita

Perbankan, Asuransi dan Pemerintah Dorong Kemajuan Pertanian Indonesia

MORUT – Kementrian Pertanian, Bupati Morowali Utara, pihak Perbankan yang ada di Morowali Utara serta Asuransi Jasindo bergantian menjadi pembicara sebelum dilakukan diskusi terbuka pada Rembuk Tani di Ruang Pola Kantor Bupati di Kolonodale, Senin (4/9/2023).

Staf Khusus Menteri Pertanian RI, Yesiah Ery Tamalagi dalam paparannya menjelaskan posisi pertanian Indonesia sebagai satu-satunya sektor yang tumbuh dan menjadi pelampung ekonomi negeri ini.

“Ini semua karena kawan kawan petani tidak pernah menyerah dan terus bekerja meski dunia, termasuk Indonesia dilanda covid. NTP dan NTUP terus naik sampai bulan Agustus kemarin. Ini artinya petani juga semakin sejahtera. Terima kasih kawan kawan petani semua, terima kasih kawan-kawan PPL,” kata Yesiah Ery Tamalagi.

Sementara Bupati Morowali Utara Delis Julkerson Hehi meminta rembuk tani menghasilkan kesimpulan langkah strategis apa yang akan diambil untuk Pertanian Moroeali Utara ke depan.

“Karena itulah kita kumpul hari ini untuk menentukan arah pengembangan pertanian Morowali Utara. Kita diskusikan, kita rembuk bersama. Itulah sampai acara ini penting dihadiri semua Kepala Balai Penyuluhan Pertanian, PPL, Kepala Desa, Camat, Kelompok Tani. Kita akan membedah semua persoalan yang dihadapi dilapangan dan potensi pertanian sebagaimana hasil penelitian yang dilakukan IPB Bogor,” kata Delis.

Komoditas berbasis kewilayahan menjadi kata kunci dalam mewujudkan kesejahteraan.

“Saya minta dalam waktu satu minggu tim kecil sudah merampungkan hasil diskusi kita ini untuk segera kita tindaklanjuti. Jangan takut untuk memulai, kalau tidak kita tidak akan pernah maju,” tegas Delis.

Pembicara lainnya dari Direktorat Pembiayaan Dirjen PSP Kementan RI Santoso Yudea menjelaskan Pembiayaan Pembangunan Pertanian yang dijalankan Kementan selama ini.

“Pembiayaan Pembangunan Pertanian dilakukan melalui Kredit Usaha Rakyat (KUR). Tapi kita satukan dulu framing soal KUR. Ini bukan bantuan tapi program yang akan dibayar oleh petani, dan ini sudah kami lakukan selama tiga empat tahun terakhir,” jelas Santoso.

Santoso memberi apreseasi terhadap rembuk tani Kabupaten Morowali Utara termasuk mendorong agar para petani tidak ragu ragu merancang komoditas yang akan ditanam berdasarkan haail diskusi hari ini. ***

Redaksi Pusaran

Recent Posts

Delis Minta CSR Perusahaan Fokus Entaskan Kemiskinan

PUSARAN - Bupati Morowali Utara (Morut) Delis Julkarson Hehi meminta perusahaan mengarahkan program tanggung jawab…

1 minggu ago

Karhutla Sulteng Melonjak, 4.147 Hektare Terbakar

PUSARAN - Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Sulawesi Tengah (Sulteng) mencapai sekitar 4.147 hektare…

3 minggu ago

PT GNI Ungkap Alasan Penyesuaian 1.900 Karyawan

PUSARAN - PT Gunbuster Nickel Industry (GNI) mengungkap alasan di balik rencana penyesuaian tenaga kerja…

4 minggu ago

Warda Ingatkan Kader Golkar Morut di DPRD dan Desa Tak Lupa Warga

PUSARAN - Ketua DPD II Partai Golkar Morowali Utara (Morut), Warda Dg Mamala, mengingatkan kader…

1 bulan ago

Warda Mamala Dorong Kader Perempuan Golkar Aktif Berpolitik

PUSARAN - Ketua DPD II Partai Golkar Morowali Utara (Morut), Warda Dg Mamala, mendorong kader…

1 bulan ago

Golkar Morut Bidik Kursi Bupati 2030

PUSARAN - Partai Golongan Karya (Golkar) mulai membidik kursi Bupati Morowali Utara (Morut) pada Pilkada…

1 bulan ago

This website uses cookies.