Berita

Kades Kasingoli Pecat Perangkat Desa Akibat Beda Pilihan

MORUT – Kepala Desa (Kades) Kasingoli, Karuniatal Pandibu, diduga melakukan pemecatan terhadap lima perangkat desa, termasuk Ketua RT, kader lansia, dan kader balita karena perbedaan pilihan politik.

Selain itu, sejumlah bantuan dari BKK juga diduga disalurkan secara tidak adil. Beberapa penerima bantuan yang namanya telah tercantum dalam proposal justru digantikan, sementara bantuan alat pangkas rumput diduga ditahan bagi pihak yang tidak mendukung kepala desa.

Sejumlah warga yang diberhentikan mengungkapkan keluhan mereka kepada media ini.

Rosdiana Tandigesa, yang telah menjadi kader selama lebih dari 10 tahun dan bekerja di bawah tiga kepala desa berbeda, menyatakan bahwa dirinya diberhentikan karena alasan politik.

“Kami diberhentikan per 1 Februari 2025 karena tidak mendukung calon nomor 02. Hal ini diumumkan dalam grup dan rapat desa pada Januari 2025 bahwa siapa yang tidak mendukung 02 akan diberhentikan,” ujar Rosdiana, Rabu (4/3/2025).

Ketua RT 3, Sutrawati Sumangkut, yang telah menjabat selama 14 tahun, juga mengalami hal serupa.

“Sebelum diberhentikan, sudah diumumkan dalam rapat umum bulan Januari bahwa yang tidak mendukung akan dicopot dari jabatannya dan tidak akan menerima bantuan. Sekitar satu hingga dua minggu setelahnya, surat pemberhentian langsung dikirimkan,” jelasnya.

Lebih lanjut, Sutrawati menyoroti bahwa hak demokrasi seharusnya dihormati dan bantuan pemerintah tidak boleh didistribusikan secara diskriminatif.

“Kami juga masyarakat. Pilihan politik adalah hak kami berdasarkan hati nurani. Masa setiap ada bantuan kami tidak mendapatkannya hanya karena pilihan politik kami? Kami tidak tahu harus mengadu ke mana, tapi kami berencana melapor ke kejaksaan,” tambahnya.

Kades Ganti Penerima BKK

Selain pemberhentian perangkat desa, distribusi bantuan dari BKK juga dipertanyakan. Sejumlah warga melaporkan bahwa bantuan 18 ekor itik yang seharusnya diterima oleh empat orang sesuai proposal justru digantikan dengan penerima lain saat bantuan turun.

Baca jugaPetani Buol Tuntut Hak Lahan dan Hasil Panen ke PT HIP

Dismen Kaboli, seorang penerima bantuan alat pangkas rumput, juga mengungkapkan ketidakjelasan dalam penyaluran bantuan tersebut.

“Saya belum menerima mesin pangkas yang seharusnya menjadi hak saya, sementara yang lain sudah mendapatkan sekitar satu minggu yang lalu. Kami bingung harus mengadu ke siapa,” keluhnya.

Saat dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp Kades Kasingoli belum memberikan tanggapan hingga berita ini diterbitkan. (*)

Redaksi Pusaran

Recent Posts

Bupati Delis Gratiskan Sembako di Reses Ketua PKS Morut

PUSARAN - Ada yang berbeda dari kegiatan reses anggota DPRD Morowali Utara (Morut), Mastam Mustaring,…

6 hari ago

Iduladha 1447 Hijriah, CV Putri Perdana Salurkan Tujuh Sapi Kurban

PUSARAN - Menyambut Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah, CV Putri Perdana (PP) menyalurkan tujuh ekor…

1 minggu ago

Ketua PHBI Morut Lepas Pawai Takbiran Iduladha 1447 Hijriah

PUSARAN - Ketua Panitia Hari Besar Islam (PHBI) Kabupaten Morowali Utara (Morut), Warda Dg Mamala,…

1 minggu ago

PT COR Group Salurkan 12 Sapi Kurban Sambut Iduladha 1447 Hijriah

PUSARAN - Menyambut perayaan Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah, PT Central Omega Resources (COR) Tbk…

1 minggu ago

Jelang Iduladha 1447 Hijriah, PT GNI dan Tenant Kawasan Industri SEI Bagikan Sapi Kurban

PUSARAN - Jelang Iduladha 1447 Hijriah, PT Gunbuster Nickel Industry (GNI) bersama tenant membagikan bantuan…

1 minggu ago

Gunbuster Nickel Industry Bantu Percepatan Pembangunan Jalan Trans Sulawesi

PUSARAN - PT Gunbuster Nickel Industry (GNI) mempercepat pembangunan jalan Trans Sulawesi di Kabupaten Morowali…

2 bulan ago

This website uses cookies.