PUSARAN – Angka kecelakaan kerja PT Gunbuster Nickel Industry (PT GNI) di Morowali Utara menurun signifikan. Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng) mengapresiasi keberhasilan penerapan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) di lingkungan operasional perusahaan.
Disnakertrans Sulteng menyampaikan apresiasi tersebut secara langsung saat menjadi narasumber dalam Workshop Bulan K3 Nasional yang PT GNI gelar pada Selasa (10/2/2026).
Penurunan angka kecelakaan kerja ini menjadi indikator penting efektivitas sistem K3 perusahaan tambang nikel tersebut.
Baca juga: Gerindra Morut Peringati HUT ke-18 dengan Doa Bersama dan Aksi Sosial
Keberhasilan ini sekaligus memperkuat komitmen industri pengolahan nikel di Morowali Utara dalam menciptakan lingkungan kerja aman dan produktif.
Kepala Seksi Norma Kerja UPT Pengawasan Ketenagakerjaan Wilayah II Disnakertrans Sulteng, Benny, menyatakan bahwa PT GNI menjalankan langkah sistematis dalam menerapkan standar K3.
Ia menyebut perusahaan menerapkan SOP ketat, mewajibkan penggunaan Alat Pelindung Diri (APD) standar, menggelar pelatihan rutin, serta melakukan identifikasi risiko secara berkala.
Baca juga: RSUD Kolonodale Siapkan Fasilitas Cathlab dan Cuci Darah
“Kita apresiasi terkait dengan menurunnya kecelakaan kerja di PT GNI, tapi yang paling penting kita harus tetap aware. Jangan kita lengah karena sudah turun angka kecelakaan kerja,” jelas Benny.
Benny menegaskan bahwa konsistensi menjadi kunci dalam menjaga tren positif penurunan kecelakaan kerja. Ia meminta perusahaan terus memperkuat budaya keselamatan kerja di semua lini operasional.
PT GNI Tegaskan K3 Bukan Sekadar Regulasi
Head of Department (HOD) HSE Corp PT GNI, Thomas Nicholas, menegaskan bahwa Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) menjadi nilai fundamental perusahaan.
Menurutnya, perusahaan tidak memandang K3 hanya sebagai kewajiban administratif, tetapi sebagai budaya kerja yang harus hidup dalam keseharian seluruh pekerja.
Baca juga: PT GNI Kurangi Risiko Banjir di Dua Sekolah di Morowali Utara
“Kami menyadari bahwa K3 ini bukan hanya mencakup kesehatan dan keselamatan kerja. K3 bukan sekadar aturan, tetapi merupakan warisan yang perlu dijaga keberlangsungannya di perusahaan. Budaya K3 harus hidup dan menjadi bagian dari keseharian seluruh pekerja,” ujar Thomas.
Ia memastikan PT GNI terus meningkatkan sistem manajemen keselamatan kerja, memperkuat pengawasan, dan menggelar pelatihan berkala guna mencegah kecelakaan kerja.
Target Zero Accident dan Sinergi dengan Pemerintah
PT GNI juga membangun sinergi aktif dengan pemerintah daerah dan instansi ketenagakerjaan dalam pengawasan serta evaluasi penerapan K3. Langkah ini memastikan seluruh operasional tetap selaras dengan regulasi dan standar keselamatan nasional.
Baca juga: Pengadaan Tanah untuk Pelebaran Jalan Kolonodale
Thomas menegaskan perusahaan mengusung target Zero Accident atau Nol Kecelakaan Kerja sebagai komitmen jangka panjang.
“Kami juga ingin mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya kepada Pak Benny selaku perwakilan dari Disnaker Provinsi. Kami percaya bahwa sinergi antara regulator dan industri adalah kunci utama untuk menciptakan ekosistem kerja yang akan meningkatkan keselamatan dan mencapai Zero Accident atau Nol Kecelakaan Kerja,” tandasnya. (*)












