Berita

Komnas HAM Sulteng Desak Perbaikan Ruas Jalan Bungintimbe

PUSARAN – Komnas HAM Perwakilan Sulawesi Tengah (Sulteng) desak pemerintah segera memperbaiki ruas jalan nasional di Desa Bungintimbe yang rusak parah dan berdebu. Lokasinya persis di depan perkantoran PT Bukit Makmur Istindo Nikeltama (Bumanik), Morowali Utara.

Kepala Komnas HAM Sulteng, Livand Breemer, menegaskan kondisi jalan berlubang dan berdebu mengancam hak masyarakat atas keselamatan dan lingkungan sehat.

“Rakyat tidak boleh dikorbankan demi kelancaran industri. Jalan nasional adalah hak publik, bukan jalur pribadi korporasi,” tegas Livand, Selasa (11/2/2026).

Baca juga: Komnas HAM Desak Pemerintah Legalkan atau Tutup Tambang Poboya

Kerusakan jalan nasional Trans Sulawesi di Bungintimbe, Kecamatan Petasia Timur meningkatkan risiko kecelakaan, terutama akibat lalu lintas kendaraan berat bertonase tinggi.

Debu pekat dari jalan hancur juga memicu ancaman Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) bagi warga sekitar.

Komnas HAM mengingatkan pemerintah wajib menjamin rasa aman sesuai UU 39/1999 tentang HAM. Negara harus memastikan infrastruktur nasional dalam kondisi layak.

Baca juga: Disnakertrans Sulteng Apresiasi Komitmen K3 dan Target Zero Accident PT GNI

Komnas HAM Sulteng lantas mendesak Kementerian PUPR/BPJN Sulteng segera melakukan perbaikan permanen, bukan tambal sulam.

Pada langkah lanjutan, Dinas Perhubungan mengawasi tonase kendaraan berat sesuai kelas jalan nasional untuk mencegah kerusakan berulang.

Sementara itu Dinas Kesehatan melakukan pemeriksaan dan pendataan warga terdampak debu jalan guna mencegah krisis kesehatan.

Baca juga: Gerindra Morut Peringati HUT ke-18 dengan Doa Bersama dan Aksi Sosial

Komnas HAM menegaskan perusahaan wajib menghormati HAM sesuai prinsip UN Guiding Principles on Business and Human Rights (UNGPs).

Karena itu, PT Bumanik perlu melakukan mitigasi debu secara intensif, termasuk penyiraman rutin, dan dukung pembiayaan perbaikan jalan sebagai bentuk tanggung jawab sosial dan lingkungan.

Livand Breemer menambahkan, jika pembiaran terus terjadi, keselamatan warga tetap berada di ujung risiko setiap hari di jalan itu.

“Jika pemerintah dan perusahaan terus membiarkan kondisi ini, maka pelanggaran HAM terjadi setiap hari di jalan tersebut,” sebut Livand. (*)

Admin

Recent Posts

Kader Golkar Mamosalato Dorong Warda Maju Bupati

PUSARAN - Kader dan pimpinan desa Partai Golkar se-Kecamatan Mamosalato mendorong Ketua DPD II Partai…

1 bulan ago

Konsolidasi Golkar Morowali Utara Hampir Rampung

PUSARAN - Konsolidasi Partai Golongan Karya (Golkar) di Kabupaten Morowali Utara, Sulawesi Tengah, hampir rampung.…

1 bulan ago

Rustam Wiyono Terpilih Pimpin Golkar Mamosalato

PUSARAN - Rustam Wiyono terpilih memimpin Pengurus Kecamatan (PK) Partai Golkar Mamosalato dalam Musyawarah Kecamatan…

1 bulan ago

Liga Pelajar ASKAB PSSI Morut Berakhir, Talenta Muda Siap Bersaing ke Porprov X

PUSARAN - Liga Pelajar ASKAB PSSI Morowali Utara 2026 resmi berakhir setelah seluruh rangkaian pertandingan…

1 bulan ago

PT GNI Kolaborasi Perbaiki 948 Meter Jalan Nasional

PUSARAN - PT Gunbuster Nickel Industry (GNI) bersama PT Stardust Estate Investment (SEI) dan perusahaan…

1 bulan ago

Delis Minta CSR Perusahaan Fokus Entaskan Kemiskinan

PUSARAN - Bupati Morowali Utara (Morut) Delis Julkarson Hehi meminta perusahaan mengarahkan program tanggung jawab…

2 bulan ago

This website uses cookies.