Categories: Berita

Yaristan Palesa Soroti IUP Warsita Karya Sampai di Belakang Rumah Warga Mondowe

MORUT – Anggota DPRD Morowali Utara, Yaristan Palesa, mendesak pemerintah menghentikan izin usaha pertambangan (IUP) CV Warsita Karya di Desa Mondowe, Kecamatan Petasia Barat.

Yaristan menyampaikan kritik keras itu dalam rapat dengar pendapat (RDP) bersama masyarakat adat, Senin (27/3/2023).

Komisi I DPRD Morut menggelar RDP bersama perwakilan masyarakat adat. Ketua Komisi I Melky Tangkidi memimpin rapat, sedangkan anggota Yaristan Palesa, Yanto Baoli, Syahrudin, Fany Tampake, dan Sukim Effendi ikut hadir.

Dalam forum itu, Yaristan menegaskan bahwa CV Warsita Karya tidak layak menerapkan IUP di Mondowe.

“Saya sudah cek, IUP Warsita Karya keluar dari Minerba. Lokasinya bahkan berada di belakang rumah warga Mondowe. IUP ini jelas tidak layak,” ungkapnya.

Hal paling merugikan di kemudian hari adalah tercemarnya sumber air bersih yang mengalir ke sejumlah desa di Petasia Barat.

“Letaknya di samping gunung dan di bawahnya terdapat sumber air yang mengalir ke beberapa desa seperti Sampalowo, Mondowe, dan Onepute,” tegas Yaristan.

Yaristan meminta pemerintah melibatkan DPRD Morut dalam pembahasan izin tambang agar persoalan ini lebih transparan.

Masyarakat Adat Kritik Kepala Desa

Ketua adat Desa Mondowe, Ardin Lamaesa, menilai kepala desa mengabaikan aspirasi masyarakat. Ia menyebut kepala desa pernah membubarkan lembaga adat secara sepihak, meski kemudian menarik keputusannya.

“Kepala desa tidak menghargai lembaga adat. Padahal anggota lembaga adat berusia 60-80 tahun, orang-orang tua yang dihormati. Kami kecewa karena kepala desa tidak adil dan tidak memikirkan masyarakat adat,” ungkap Ardin.

Baca jugaYaristan Palesa: “Penerbitan SKT di Desa Mondowe Telah Membuat Keresahan”

Ardin menegaskan bahwa masyarakat adat memiliki hak atas lahan yang mereka warisi dari leluhur.

Konflik ganti rugi lahan di Mondowe muncul sejak CV Warsita Karya membuka tambang.

Masyarakat adat menolak keberadaan perusahaan itu karena menimbulkan konflik agraria dan mengancam sumber air bersih yang menghidupi desa sekitar. (*)

Redaksi Pusaran

Recent Posts

Bupati Delis Gratiskan Sembako di Reses Ketua PKS Morut

PUSARAN - Ada yang berbeda dari kegiatan reses anggota DPRD Morowali Utara (Morut), Mastam Mustaring,…

6 hari ago

Iduladha 1447 Hijriah, CV Putri Perdana Salurkan Tujuh Sapi Kurban

PUSARAN - Menyambut Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah, CV Putri Perdana (PP) menyalurkan tujuh ekor…

1 minggu ago

Ketua PHBI Morut Lepas Pawai Takbiran Iduladha 1447 Hijriah

PUSARAN - Ketua Panitia Hari Besar Islam (PHBI) Kabupaten Morowali Utara (Morut), Warda Dg Mamala,…

1 minggu ago

PT COR Group Salurkan 12 Sapi Kurban Sambut Iduladha 1447 Hijriah

PUSARAN - Menyambut perayaan Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah, PT Central Omega Resources (COR) Tbk…

1 minggu ago

Jelang Iduladha 1447 Hijriah, PT GNI dan Tenant Kawasan Industri SEI Bagikan Sapi Kurban

PUSARAN - Jelang Iduladha 1447 Hijriah, PT Gunbuster Nickel Industry (GNI) bersama tenant membagikan bantuan…

1 minggu ago

Gunbuster Nickel Industry Bantu Percepatan Pembangunan Jalan Trans Sulawesi

PUSARAN - PT Gunbuster Nickel Industry (GNI) mempercepat pembangunan jalan Trans Sulawesi di Kabupaten Morowali…

2 bulan ago

This website uses cookies.