Rakyat Memilih

Komitmen Juara Baru untuk Kebutuhan Air Bersih dan Lingkungan

MORUT – Pasangan calon bupati dan wakil bupati Morowali Utara (Morut) nomor urut 1, Jeffisa Putra Amrullah-Ruben Hehi (Juara Baru) menegaskan komitmen mereka untuk memenuhi kebutuhan air bersih bagi masyarakat.

Salah satu upaya utama pasangan calon yang populer dengan tagline Juara Baru ini adalah melindungi lingkungan dari praktik pertambangan yang merugikan di sekitar pemukiman warga.

Pernyataan itu mengemuka dalam sesi kedua debat kandidat perdana Pilkada Morut yang berlangsung di Gedung Morokoa, Kolonodale, Minggu (19/10/2024) lalu. Acara ini dipandu oleh moderator Assoc Prof Dr Ir Moh Nur Sangadji.

Pembangunan Terintegrasi

Dalam debat tersebut, moderator menjelaskan bahwa para pasangan calon bupati dan wakil bupati akan menjawab pertanyaan yang disusun oleh tim pakar.

Tema utama debat adalah pembangunan terintegrasi berbasis kebutuhan daerah untuk meningkatkan kesejahteraan dan kualitas pelayanan publik di Morowali Utara.

Tema ini terbagi menjadi empat subtema, dengan fokus pada dua subtema yakni meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan memajukan daerah.

Moderator kemudian mempersilakan pasangan calon nomor urut 1 untuk memilih pertanyaan.

Baca juga: Tim Juara Baru Ungkap Indikasi Ketidakadilan Panwascam Bungku Utara

Setelah menerima amplop, moderator menguraikan tentang perkembangan ekonomi yang melibatkan aktivitas pertambangan, industri, dan jasa perdagangan yang berkontribusi pada meningkatnya kebutuhan air bersih di Morowali Utara.

Selain itu, pertambahan penduduk juga meningkatkan permintaan air bersih untuk konsumsi dan sanitasi.

“Pertanyaannya, bagaimana kebijakan dan strategi Saudara Paslon untuk menjamin pembangunan penyediaan infrastruktur dan distribusi air bersih untuk kebutuhan masyarakat dan kebutuhan semua sektor?” tanya Nur Sangadji.

Komitmen Pasangan Calon Juara Baru

Jeffisa menyatakan bahwa meskipun sektor pertambangan mendukung pendapatan daerah, ia juga menjadi penyebab utama masalah air bersih.

Jika terpilih, kebijakan utama yang jadi komitmen pasangan Juara Baru adalah menghentikan operasional pertambangan di atas pemukiman warga.

“Kita tidak boleh lagi dijajah oleh pertambangan di pusat-pusat daerah,” tegas Jeffisa.

Baca juga: Pakar Ingatkan Penyelenggara Pemilu Tidak Halangi Laporan ke DKPP

Ia menyoroti kondisi Morowali Utara, salah satunya di Kecamatan Petasia Timur. Di mana meskipun terdapat sumber air, warga setempat mengalami kekurangan air bersih akibat pertambangan tidak ramah lingkungan.

Sebab itu, Jeffisa menekankan pentingnya green mining atau pertambangan yang berwawasan lingkungan dan sosial.

“Reklamasi dan pengaturan yang baik sangat diperlukan agar air tidak terganggu,” jelasnya.

Baca juga: Visi dan Misi Jeffisa-Ruben dalam Debat Perdana Jadi Panduan Memilih

Di akhir pemaparannya, Jeffisa kembali menegaskan bahwa pemerintah ke depan wajib menjamin bahwa hak masyarakat untuk mendapatkan air bersih dapat terpenuhi.

“Kebijakan utama bagi kami adalah membuat aturan yang melarang pertambangan di atas pemukiman masyarakat, apalagi ada sumber mata air yang ada di wilayah pertambangan itu,” tandasnya.

Fokus pada Lingkungan dan Infrastruktur

Ruben Hehi juga menegaskan bahwa program mereka mencakup praktik pertambangan yang ramah lingkungan.

Ia mengungkapkan bahwa banyaknya pertambangan yang tidak sesuai aturan dapat menyebabkan bencana alam.

Baca juga: Hanya Juara Baru yang Ingin Rujab Jadi Rumah Singgah

Ruben menyoroti dampak negatif terhadap infrastruktur di Morowali Utara, di mana jalan-jalan kabupaten sering digunakan untuk kepentingan pertambangan. Hal ini mengganggu akses masyarakat antar-desa dan antar-kecamatan.

Demikian juga tentang air bersih menjadi prioritas dalam hajat hidup orang banyak. Ia menggambarkan situasi di Kecamatan Petasia yang sangat terganggu dengan kegiatan pertambangan.

Dampaknya berupa pencemaran terhadap lingkungan dan air bersih khususnya di Lombolo dan Ganda-Ganda.

“Ini merupakan suatu hal yang harus diperhatikan oleh pemerintah yang akan datang. Jangan sampai investasi yang masuk bisa merusak keadaan ekosistem yang ada di Morowali Utara,” ujarnya.

Baca juga: Kartu Lansia Morut, Program Perlindungan Sosial Jeffisa-Ruben

Ruben tidak menolak bahwa investasi di sektor pertambangan dapat membawa keuntungan. Namun, ia menekankan pentingnya menerapkan kaidah pertambangan yang baik agar tidak merugikan masyarakat.

“Kita tidak melarang investasi, tetapi harus memastikan bahwa investasi tersebut meningkatkan kesejahteraan rakyat Morowali Utara, bukan malah menambah kesengsaraan,” pungkasnya. (ham)

Redaksi Pusaran

Recent Posts

Kader Golkar Mamosalato Dorong Warda Maju Bupati

PUSARAN - Kader dan pimpinan desa Partai Golkar se-Kecamatan Mamosalato mendorong Ketua DPD II Partai…

3 minggu ago

Konsolidasi Golkar Morowali Utara Hampir Rampung

PUSARAN - Konsolidasi Partai Golongan Karya (Golkar) di Kabupaten Morowali Utara, Sulawesi Tengah, hampir rampung.…

3 minggu ago

Rustam Wiyono Terpilih Pimpin Golkar Mamosalato

PUSARAN - Rustam Wiyono terpilih memimpin Pengurus Kecamatan (PK) Partai Golkar Mamosalato dalam Musyawarah Kecamatan…

3 minggu ago

Liga Pelajar ASKAB PSSI Morut Berakhir, Talenta Muda Siap Bersaing ke Porprov X

PUSARAN - Liga Pelajar ASKAB PSSI Morowali Utara 2026 resmi berakhir setelah seluruh rangkaian pertandingan…

3 minggu ago

PT GNI Kolaborasi Perbaiki 948 Meter Jalan Nasional

PUSARAN - PT Gunbuster Nickel Industry (GNI) bersama PT Stardust Estate Investment (SEI) dan perusahaan…

4 minggu ago

Delis Minta CSR Perusahaan Fokus Entaskan Kemiskinan

PUSARAN - Bupati Morowali Utara (Morut) Delis Julkarson Hehi meminta perusahaan mengarahkan program tanggung jawab…

1 bulan ago

This website uses cookies.