Empat anggota tim surveyor PT SUN ditemukan selamat pasca banjir bandang di Dusun I Desa Molino, Rabu (20/8/2025). (Foto: Istimewa)
MORUT – Empat warga yang sebelumnya dilaporkan hilang pasca banjir bandang di Desa Molino, Kecamatan Petasia Timur, Morowali Utara, akhirnya ditemukan dalam kondisi sehat, Rabu (20/8). Mereka adalah Adnan, Syarif, Bayu, dan Ilyas, tim surveyor PT SUN.
Kepala BPBD Morowali Utara, Delfia Parenta, mengatakan keempatnya ditemukan sekitar pukul 08.00 WITA.
“Tim pencari menemukan Adnan dan Syarif di Stockpile PT Genba Multi Mineral (GMM), lalu menjemput Bayu dan Ilyas di jalur longsoran,” kata Delfia melalui sambungan telepon.
Banjir bandang yang menerjang Desa Molino terjadi tengah malam, sekitar pukul 01.00 WITA.
Derasnya arus yang bercampur lumpur dan kayu menghantam puluhan rumah, termasuk rumah Kepala Dusun I yang rata dengan tanah. Beberapa kendaraan dan fasilitas perusahaan juga rusak.
Berdasarkan keterangan warga, banjir akibat jebolnya cekdam di jalur hauling PT Bukit Makmur Istindo Nikeltama (Bumanik).
Tumpukan kayu besar menyumbat aliran Sungai Korolangkai hingga menyebabkan arus meluap ke pemukiman.
BPBD bersama Basarnas, TNI, dan Polri sejak malam kejadian sudah turun ke lokasi. Tim gabungan fokus membuka akses jalan yang tertutup material banjir serta mengevakuasi warga terdampak.
“Kami sudah berupaya optimal sejak malam pertama,” tegas Delfia.
Baca juga: Banjir Bandang Molino Ratakan Dua Rumah, Empat Warga Hilang
Warga setempat menyebut jebolnya jalan hauling PT Bukit Makmur Istindo Nikeltama (Bumanik) di dekat Jembatan 6 memicu banjir.
Dalam sebuah rekaman video, warga menemukan bukti bahwa diameter saluran air yang tersedia terlalu kecil untuk menampung volume air saat banjir.
Sebab itu air limpasan tambang meluap deras ke Sungai Korolangkai yang memperparah dampak yang terjadi.
Masyarakat Dusun I Molino kini mendesak penanganan cepat dari pemerintah daerah dan pertanggungjawaban dari perusahaan tambang Bumanik.
Mereka mengkhawatirkan kondisi yang bakal semakin buruk jika perusahaan meninggalkan wilayah tanpa menyelesaikan tanggung jawab pasca-tambang.
“Kalau begini saja, bagaimana nanti setelah perusahaan pergi? Bisa jadi lebih parah lagi. Kami minta pemerintah dan perusahaan bertanggung jawab,” ujar warga. (*)
PUSARAN - PT Gunbuster Nickel Industry (GNI) mempercepat pembangunan jalan Trans Sulawesi di Kabupaten Morowali…
PUSARAN - Gubernur Sulteng Anwar Hafid mengajak masyarakat memperkuat kebersihan hati sebagai fondasi utama kehidupan.…
PUSARAN - PT Gunbuster Nickel Industry (GNI) mengintensifkan program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) dengan…
PUSARAN - Crane PT Gunbuster Nickel Industry (GNI) membantu mengevakuasi mobil warga yang terjatuh ke…
PUSARAN - Pemkab Morowali Utara (Morut) mengakui keterlambatan pencairan hibah partai politik untuk Partai Gerindra…
PUSARAN - DPC Partai Gerindra Kabupaten Morowali Utara (Morut) menggelar kegiatan berbagi takjil Ramadan 1447…
This website uses cookies.