Berita

Empat Warga Ditemukan Selamat Pasca Banjir Bandang Molino

MORUT – Empat warga yang sebelumnya dilaporkan hilang pasca banjir bandang di Desa Molino, Kecamatan Petasia Timur, Morowali Utara, akhirnya ditemukan dalam kondisi sehat, Rabu (20/8). Mereka adalah Adnan, Syarif, Bayu, dan Ilyas, tim surveyor PT SUN.

Kepala BPBD Morowali Utara, Delfia Parenta, mengatakan keempatnya ditemukan sekitar pukul 08.00 WITA.

“Tim pencari menemukan Adnan dan Syarif di Stockpile PT Genba Multi Mineral (GMM), lalu menjemput Bayu dan Ilyas di jalur longsoran,” kata Delfia melalui sambungan telepon.

Banjir bandang yang menerjang Desa Molino terjadi tengah malam, sekitar pukul 01.00 WITA.

Derasnya arus yang bercampur lumpur dan kayu menghantam puluhan rumah, termasuk rumah Kepala Dusun I yang rata dengan tanah. Beberapa kendaraan dan fasilitas perusahaan juga rusak.

Berdasarkan keterangan warga, banjir akibat jebolnya cekdam di jalur hauling PT Bukit Makmur Istindo Nikeltama (Bumanik).

Tumpukan kayu besar menyumbat aliran Sungai Korolangkai hingga menyebabkan arus meluap ke pemukiman.

BPBD bersama Basarnas, TNI, dan Polri sejak malam kejadian sudah turun ke lokasi. Tim gabungan fokus membuka akses jalan yang tertutup material banjir serta mengevakuasi warga terdampak.

“Kami sudah berupaya optimal sejak malam pertama,” tegas Delfia.

Baca jugaBanjir Bandang Molino Ratakan Dua Rumah, Empat Warga Hilang

Warga setempat menyebut jebolnya jalan hauling PT Bukit Makmur Istindo Nikeltama (Bumanik) di dekat Jembatan 6 memicu banjir.

Dalam sebuah rekaman video, warga menemukan bukti bahwa diameter saluran air yang tersedia terlalu kecil untuk menampung volume air saat banjir.

Sebab itu air limpasan tambang meluap deras ke Sungai Korolangkai yang memperparah dampak yang terjadi.

Masyarakat Dusun I Molino kini mendesak penanganan cepat dari pemerintah daerah dan pertanggungjawaban dari perusahaan tambang Bumanik.

Mereka mengkhawatirkan kondisi yang bakal semakin buruk jika perusahaan meninggalkan wilayah tanpa menyelesaikan tanggung jawab pasca-tambang.

“Kalau begini saja, bagaimana nanti setelah perusahaan pergi? Bisa jadi lebih parah lagi. Kami minta pemerintah dan perusahaan bertanggung jawab,” ujar warga. (*)

Redaksi Pusaran

Recent Posts

Delis Minta CSR Perusahaan Fokus Entaskan Kemiskinan

PUSARAN - Bupati Morowali Utara (Morut) Delis Julkarson Hehi meminta perusahaan mengarahkan program tanggung jawab…

1 minggu ago

Karhutla Sulteng Melonjak, 4.147 Hektare Terbakar

PUSARAN - Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Sulawesi Tengah (Sulteng) mencapai sekitar 4.147 hektare…

3 minggu ago

PT GNI Ungkap Alasan Penyesuaian 1.900 Karyawan

PUSARAN - PT Gunbuster Nickel Industry (GNI) mengungkap alasan di balik rencana penyesuaian tenaga kerja…

4 minggu ago

Warda Ingatkan Kader Golkar Morut di DPRD dan Desa Tak Lupa Warga

PUSARAN - Ketua DPD II Partai Golkar Morowali Utara (Morut), Warda Dg Mamala, mengingatkan kader…

1 bulan ago

Warda Mamala Dorong Kader Perempuan Golkar Aktif Berpolitik

PUSARAN - Ketua DPD II Partai Golkar Morowali Utara (Morut), Warda Dg Mamala, mendorong kader…

1 bulan ago

Golkar Morut Bidik Kursi Bupati 2030

PUSARAN - Partai Golongan Karya (Golkar) mulai membidik kursi Bupati Morowali Utara (Morut) pada Pilkada…

1 bulan ago

This website uses cookies.