MORUT – Banjir bandang menerjang Dusun I, Desa Molino, Kecamatan Petasia Timur, Kabupaten Morowali Utara, Rabu (202/8/2025) dini hari sekira pukul 01.00 WITA. Luapan Sungai Korolangkai menghantam pemukiman warga, meratakan rumah-rumah, menutup jalan utama dengan lumpur tebal, dan menimbulkan kerusakan parah.
“Air datang begitu cepat. Semua rumah kos rata dengan tanah, bahkan mobil truk sampai bergeser jauh,” tutur seorang warga pasca kejadian.
Warga setempat menyebut jebolnya jalan hauling PT Bukit Makmur Istindo Nikeltama (Bumanik) di dekat Jembatan 6 memicu banjir.
Dalam sebuah rekaman video, warga menemukan bukti bahwa diameter saluran air yang tersedia terlalu kecil untuk menampung volume air saat banjir. Sebab itu air limpasan tambang meluap deras ke Sungai Korolangkai yang memperparah dampak yang terjadi.
Hantaman banjir bandang menghancurkan rumah kos-kosan dan rumah milik Kepala Dusun I. Bangunan itu rata dengan tanah, atap rumah hanyut terbawa arus, bahkan truk-truk bergeser jauh dari posisi semula.
Banjir bandang juga menghantam Mess PT CAS hingga mobil perusahaan tergeser, merendam beberapa kendaraan warga dalam lumpur tebal, serta memenuhi banyak rumah dengan lapisan lumpur dan puing.
Baca juga: Perang Wulanderi 1907, Perjuangan Raja Mori Mokole Marunduh Datu Ri Tana Melawan Belanda
Banjir bandang Molino ini juga menyeret istri Kepala Dusun I hingga ke kendaraan truk yang ikut terseret banjir. Beruntung korban berhasil selamat. Di sisi lain, empat warga dilaporkan hilang pasca banjir.
Masyarakat Dusun I Molino kini mendesak penanganan cepat dari pemerintah daerah dan pertanggungjawaban dari perusahaan tambang Bumanik.
Mereka mengkhawatirkan kondisi yang bakal semakin buruk jika perusahaan meninggalkan wilayah tanpa menyelesaikan tanggung jawab pasca-tambang.
“Kalau begini saja, bagaimana nanti setelah perusahaan pergi? Bisa jadi lebih parah lagi. Kami minta pemerintah dan perusahaan bertanggung jawab,” ujar warga setempat.
Meskipun kini kondisi sungai telah surut dan tampak kering, sisa-sisa kerusakan seperti tumpukan kayu besar, puing-puing rumah, serta lumpur tebal masih jelas terlihat di area terdampak. (*)












