Bupati Morowali Utara memaparkan rencana pemerintah daerah yang segera melengkapi RSUD Kolonodale dengan faskes strategis di antaranya Ctah Lab dan CT scan saat meresmikan Gedung Baru UPT Puskesmas Mayumba dan Puskesmas Pembantu (Pustu) Desa Tamonjengi di Kecamatan Mori Utara, Kamis (29/1/2026). (Foto: IST)
PUSARAN – Pemerintah Kabupaten Morowali Utara (Pemkab Morut) tengah melengkapi fasilitas kesehatan di RSUD Kolonodale di awal tahun ini.
Bupati Morut Delis Julkarson Hehi memastikan pengadaan mobile rontgen, Computed Tomography scan (CT scan), Catheterization Laboratory (Cath Lab), dan alat cuci darah untuk meningkatkan layanan kesehatan lanjutan di daerah.
Langkah ini bertujuan agar masyarakat Morut tidak lagi harus berobat ke luar daerah, khususnya ke Kota Palu, untuk mendapatkan layanan medis tingkat lanjut.
Baca juga: ISPA Menurun, Tapi Lingkar Tambang Morut Catat Ledakan Kasus
Bupati Delis menyampaikan komitmen tersebut saat meresmikan Gedung Baru UPT Puskesmas Mayumba dan Puskesmas Pembantu (Pustu) Desa Tamonjengi di Kecamatan Mori Utara, Kamis (29/1/2026).
“Tahun ini Pemkab Morut melengkapi fasilitas kesehatan strategis agar masyarakat tidak perlu lagi keluar daerah untuk mendapatkan layanan kesehatan lanjutan,” ujarnya.
Pemkab Morut menghadirkan layanan Cathlab di RSUD Kolonodale untuk pemeriksaan dan pemasangan cincin jantung. Kehadiran fasilitas ini memungkinkan pasien jantung mendapatkan penanganan langsung di daerah tanpa rujukan ke rumah sakit luar kabupaten.
Baca juga: Debu Tambang Mengganas, DLH Morut Tegur 16 Perusahaan
Bupati menegaskan bahwa penguatan sarana dan prasarana kesehatan menjadi kunci peningkatan akses layanan medis yang cepat dan efektif bagi masyarakat.
“Pemasangan cincin jantung dan pemeriksaan jantung melalui Cathlab nantinya sudah bisa dilakukan di RSUD Kolonodale, sehingga warga tidak perlu lagi dirujuk ke Palu,” jelasnya.
Selain Cathlab, Pemkab Morut juga menyiapkan alat cuci darah. Pemerintah daerah telah menyelesaikan pembangunan gedung layanan cuci darah sejak tahun lalu dan menargetkan peralatan medis masuk pada tahun ini.
Fasilitas ini akan mengakhiri ketergantungan pasien Morut terhadap layanan cuci darah di Palu. Selama ini, banyak pasien harus tinggal sementara di luar daerah karena jadwal cuci darah yang rutin dan berulang.
Pemkab Morut juga memprioritaskan pengadaan CT scan untuk mendukung penanganan kasus darurat seperti stroke dan trauma otak. Gedung CT scan telah rampung dan kini menunggu proses visitasi.
“Kami ingin meningkatkan aksesibilitas layanan kesehatan, terutama untuk kasus-kasus darurat seperti stroke dan trauma otak yang membutuhkan CT scan,” ujar Bupati Delis.
Bupati berharap Kementerian Kesehatan RI dapat mendukung pengadaan peralatan tersebut, termasuk fasilitas jantung lanjutan, agar RSUD Kolonodale mampu memberikan layanan komprehensif.
Baca juga: Arief Ibrahim Resmi Jabat Bendahara DPC Hanura Morowali Utara
Penguatan fasilitas kesehatan ini sejalan dengan dukungan Pemkab Morut terhadap program nasional eliminasi TBC. Bupati menyebut angka TBC masih cukup tinggi di desa-desa sehingga membutuhkan intervensi layanan kesehatan yang merata dan mudah diakses.
Di sisi pembiayaan, Morut terus mempertahankan Universal Health Coverage (UHC) selama lima tahun berturut-turut. Pemerintah daerah menjamin masyarakat dapat mengakses layanan kesehatan tanpa terbebani biaya.
“Selama lima tahun berturut-turut Morowali Utara menerima penghargaan UHC karena kami memastikan masyarakat mendapatkan layanan kesehatan tanpa biaya,” katanya.
Baca juga: PT GNI Kurangi Risiko Banjir di Dua Sekolah di Morowali Utara
Namun, Bupati menegaskan bahwa jaminan pembiayaan harus sejalan dengan ketersediaan fasilitas medis. Menurutnya, layanan gratis tidak akan efektif jika sarana pengobatan tidak memadai.
“Jaminan kesehatan saja tidak cukup, fasilitas pengobatan juga harus tersedia dan lengkap agar manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat,” imbuh Delis.
Untuk memastikan pemerataan layanan, Bupati meminta Dinas Kesehatan Morut melakukan pendataan menyeluruh. Ia meminta laporan desa yang Pustu-nya belum layak, puskesmas dengan sarana belum lengkap, serta ambulans yang bermasalah.
Pemkab Morut menargetkan seluruh persoalan fasilitas kesehatan dapat terselesaikan pada tahun ini. Pemerintah daerah berkomitmen memastikan tidak ada lagi desa dengan layanan kesehatan yang tidak layak.
“Target kami jelas, tidak ada lagi desa di Morowali Utara yang memiliki fasilitas kesehatan dengan kondisi tidak layak,” sebut Delis. (ham)
PUSARAN - PT Gunbuster Nickel Industry (GNI) mempercepat pembangunan jalan Trans Sulawesi di Kabupaten Morowali…
PUSARAN - Gubernur Sulteng Anwar Hafid mengajak masyarakat memperkuat kebersihan hati sebagai fondasi utama kehidupan.…
PUSARAN - PT Gunbuster Nickel Industry (GNI) mengintensifkan program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) dengan…
PUSARAN - Crane PT Gunbuster Nickel Industry (GNI) membantu mengevakuasi mobil warga yang terjatuh ke…
PUSARAN - Pemkab Morowali Utara (Morut) mengakui keterlambatan pencairan hibah partai politik untuk Partai Gerindra…
PUSARAN - DPC Partai Gerindra Kabupaten Morowali Utara (Morut) menggelar kegiatan berbagi takjil Ramadan 1447…
This website uses cookies.