Ketua Komisi I DPRD Morut, Ince Mochamad Arief Ibrahim memimpin langsung RDP terkait proses belajar mengajar SDN 2 dan SMPN 3 yang terdampak banjir di Desa Bunta, Rabu (14/5/2025). (Foto: Ist)
MORUT – Rapat Dengar Pendapat (RDP) yang digelar Komisi I DPRD Kabupaten Morowali Utara(Mout) pada Rabu (14/5/2025) menghasilkan kesepakatan penting terkait proses belajar mengajar bagi SDN 2 dan SMPN 3 yang terdampak banjir di Desa Bunta, Kecamatan Petasia Timur.
Ketua Komisi I DPRD Morut, Ince Mochamad Arief Ibrahim memimpin langsung RDP tersebut. Sejumlah anggota DPRD lainnya turut mendampingi. Mulai dari Arman Marunduh, Nur Islam Hidayat, Edwin Purnawan Tampake, I Wayan Landra, Yaristan Palesa, serta Fanny Mistika Tampake.
Turut hadir dalam rapat ini Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Morut, Kepala Pelaksana BPBD Morut, Sekretaris Camat Petasia Timur, Kepala SDN 2 Bunta, Kepala SMPN 3 Bunta, Ketua Komite Sekolah, serta perwakilan manajemen dari PT Stardust Estate Investement (SEI), PT Gunbuster Nickel Industri (GNI), dan PT Nadesico Nickel Industry (NNI).
Baca juga: Banjir Bandang Lintasi Areal CV Putri Perdana, Sumbernya Dari Wilayah Lain
Ketua Komisi I DPRD Morowali Utara, Ince Mochamad Arief Ibrahim, menyampaikan bahwa pembelajaran secara daring di SDN 2 dan SMPN 3 Bunta tidak lagi berlaku dan kembali secara tatap muka.
“Para wali murid mengeluh soal pembelajaran secara daring, maka selajutnya metode itu tidak lagi berlaku,” kata Arief kepada wartawan.
Dia menyebutkan RDP ini juga menghasilkan tiga poin kesepakatan, yakni solusi jangka pendek, jangka menengah, dan jangka panjang.
Solusi jangka pendek, lanjut Arief, adalah memanfaatkan ruang belajar SDN 1 Bunta dan Gedung Serbaguna Desa Bunta sebagai tempat sementara bagi siswa SDN 2 Bunta dan SMPN 3 Bunta.
Untuk teknis pelaksanaan, masing-masing sekolah akan koordinasi dengan pihak SDN 1 Bunta dan Pemerintah Desa Bunta. Proses belajar mengajar akan berlangsung mulai pukul 13.00 WITA hingga selesai.
Selain itu, pihak perusahaan menyatakan kesediaannya untuk membantu dalam pemindahan mobiler serta sarana dan prasarana lainnya.
Mekanisme pemindahan akan dilakukan berdasarkan pemberitahuan dari pihak sekolah atau pemerintah desa kepada manajemen perusahaan.
Baca juga: Pasangan Arief – Usman Pimpin Askab PSSI Morowali Utara
Sebagai solusi jangka menengah, pihak perusahaan akan melakukan penggalian dan pembersihan drainase di area sekolah guna mengatasi dampak banjir.
“Perusahaan berkomitmen bahwasannya mereka mau mengaktifkan kembali drainase yang tertimbun dengan cara mengeruk untuk mengurangi dampak banjir,” kara Arief.
Kegiatan ini akan melibatkan Pemerintah Daerah, pihak perusahaan, serta pendampingan oleh Pemerintah Kecamatan, Pemerintah Desa, dan pihak sekolah. Pelaksanaan pembersihan drainase mulai Kamis (15/5/2025).
“Perwakilan perusahaan menyatakan sebenarnya perusahaan mau membantu, cuma takutnya konflik di lapangan. Makanya nanti pengerukan drainase itu akan melibatkan pihak pemerintah,” imbuhnya.
Jika ke depan kedua sekolah tersebut masih saja tergenang banjir, maka upaya jangka panjangnya DPRD merekomendasikan dinas pendidikan untuk mencari lahan persiapan relokasi SDN 2 dan SMP 3 Bunta.
“Solusi jangka panjang jadi pilihan terakhir jika solusi jangka menengah tersebut tidak berhasil,” sebut Arief Ibrahim. (ham)
PUSARAN - PT Gunbuster Nickel Industry (GNI) mempercepat pembangunan jalan Trans Sulawesi di Kabupaten Morowali…
PUSARAN - Gubernur Sulteng Anwar Hafid mengajak masyarakat memperkuat kebersihan hati sebagai fondasi utama kehidupan.…
PUSARAN - PT Gunbuster Nickel Industry (GNI) mengintensifkan program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) dengan…
PUSARAN - Crane PT Gunbuster Nickel Industry (GNI) membantu mengevakuasi mobil warga yang terjatuh ke…
PUSARAN - Pemkab Morowali Utara (Morut) mengakui keterlambatan pencairan hibah partai politik untuk Partai Gerindra…
PUSARAN - DPC Partai Gerindra Kabupaten Morowali Utara (Morut) menggelar kegiatan berbagi takjil Ramadan 1447…
This website uses cookies.