Berita

Menjaga Soliditas, Komunitas Generasi Wita Mori Rembuk Kepengurusan

MORUT – Komunitas Generasi Wita Mori disingkat KGWM mempertemukan lintas etnis dan lintas profesi serta latar belakang di Morowali Utara untuk mengembalikan martabat Morowali Utara, Sulawesi Tengah.

“Ini contoh paling sederhana saja, coba hitung berapa perusahaan tambang di tempat kita, tapi mana yang direkturnya orang kita. Padahal itu ada aturannya, kalau dianggap putra daerah belum memenuhi syarat untuk jabatan itu perushaan wajib mendidik apakah itu lewat menyekolahkan atau melalui cara pendidikan lainnya selama enam bulan atau setahun agar bisa memenuhi persyaratan sebagai seorang direktur,” kata Fudin Madjid.

Senada dengan itu, beberapa peserta pertemuan lainnya melontarkan keprihatinan akan keberadaan dua lembaga adat saat ini yang walaupun sudah sempat dimediasi namun dua kepengurusan ini tetap bersikukuh sebagai yang paling berhak.

“Padahal kalau mau dilihat pengurus intinya ini orang-orang tua yang mestinya memberi contoh buat generasi muda. Tapi susah juga karena pengamatan kita lembaga adat ini justru dipakai sebagai alat politik dan kepentingan orang perorang. Harkat lembaga adat akhirnya menjadi tidak ada. Berbeda sekali dengan lembaga adat di kabupaten tetangga yang sangat dihormati masyarakat karena tidak masuk ranah politik,”

Bukan itu saja, salah satu peserta diskusi menceritakan pengalamannya waktu diminta membawa bendera kerajaan dari daerah asal saat upacara 17 Agustus di Istana Negara. Bendera Kerajaan Mori dicari kemana-mana tidak didapatkan. Akhirnya hanya bendera Kerajaan Bungku yang dibawa. Padahal salah satu peserta lainnya menegaskan jika hanya Raja Mori di Sulawesi Tengah yang dibunuh dengan tangan Belanda sendiri.

Karena itu komunitas ini hadir menjawab kegelisahan kegelisahan tersebut.

“Makanya kita yang kumpul hari ini kan dari macam macam latar belakang dan partai politik. Karena komunitas ini hadir bukan karena kepentingan politik. Biarlah di luar ini kalau mau berpolitik. Wita Mori juga bukan karena secara biologis dilahirkan sebagai orang Mori, tapi secara sosiologis semua yang sudah berusaha, mencari rejeki disini bahkan beranak pinak disini adalah juga orang Mori seperti pak Piter Bandaso dan kawan kawan lain yang selama ini kita kenal aktif di kepengurusan organisasi kekerabatan di Morut,” jelas Iksan Tengko dan Dodi Adisatya.

Pertemuan ketiga KGWM yang berlangsung sejak Sabtu sore hingga malam (5/8/2023) di Kolonodale dan turut dihadiri Staf Khusus Menteri Pertanian Yesiah Ery Tamalagi ini menyepakati perbaikan susunan kepengurusan dan sejumlah bidang menyikapi hasil diskusi.

Pertemuan berikutnya susunan kepengurusan kita berharap sudah lengkap, termasuk membicarakan waktu untuk pelantikan. Beberapa kawan yang seharusnya ikut diskusi hari ini berhalangan hadir karena ada yang kecapean baru datang dari kuar Morut dan ada juga yang tengah dirawat karena sakit. Mereka cuma menitipkan salam melalui whatsapp,” ujar Buyung Tempali. ***

Redaksi Pusaran

Recent Posts

Belum Genap Setahun, Sport United Poboya Junior Langsung Jadi Juara Nasional

PUSARAN - Siapa sangka tim yang belum genap berusia satu tahun mampu menaklukkan klub-klub terbaik…

4 hari ago

Komunitas TAMEME Tembus Dusun Terpencil Salurkan Bantuan untuk Korban Gempa Sigi

PUSARAN - Di saat banyak bantuan terkonsentrasi di wilayah yang mudah diakses, Komunitas Jurnalis TAMEME…

2 minggu ago

Camat dan Lurah Siap Wujudkan Kota Palu Ramah Penyandang Disabilitas

PUSARAN - Puluhan Camat dan Lurah siap mewujudkan Kota Palu ramah penyandang disabilitas melalui penguatan…

2 minggu ago

Jam’iyyah SD Islam Al Azhar 63 Palu Salurkan Bantuan Korban Gempa Sigi

PUSARAN - Jam'iyyah SD Islam Al Azhar 63 Palu kembali menunjukkan kepedulian kemanusiaan dengan menyalurkan…

2 minggu ago

Mastam Mustaring Soroti Peran Koperasi, Dampak Investasi, hingga Kondisi Keuangan Daerah yang Sedang Sulit

PUSARAN - Ketua DPD PKS Morowali Utara (Morut), Mastam Mustaring, menegaskan pentingnya memperkuat peran koperasi…

2 minggu ago

Mahasiswa Pelaku Pembunuhan di Desa Era Ditangkap di Kolaka Timur

PUSARAN - Misteri kasus pembunuhan yang menggemparkan warga Desa Era, Kecamatan Mori Utara, Kabupaten Morowali…

2 minggu ago

This website uses cookies.