MORUT – Bakal Calon Bupati Morowali Utara (Morut) Jeffisa Putra Amrullah mengemukakan keprihatinannya saat mengetahui kondisi hutan Morut yang semakin habis dibabat demi kepentingan industri.
“Saya tidak sanggup kalau naik pesawat melihat Morowali Utara dari atas,” katanya baru-baru ini.
Jeffisa menyampaikan bahwa seorang pemimpin harus memiliki keberanian dalam mengeluarkan keputusan dan kebijakan yang tegas, terutama mengingat dominasi Kartel dalam industri saat ini. Dominasi Kartel dianggap merugikan kekayaan lokal dan pertumbuhan ekonomi daerah.
Menurutnya, Kartel industri membatasi pertumbuhan keuntungan dari perusahaan induk hingga ke daerah lokal. Sayangnya, kebijakan daerah terbatas oleh keputusan pusat, terutama dengan adanya omnibuslaw yang dianggap merugikan daerah.
“Itulah harapan kita kedepan, dibutuhkan keberanian seorang pemimpin untuk mengambil keputusan,” ujarnya.
Jeffisa menekankan bahwa tantangan terbesar adalah menghadapi dominasi industri yang sulit dihadapi, terutama terkait dengan Kartel yang sulit untuk meraih persetujuan atau dukungan dari mereka. Keputusan dari pusat dan implementasi omnibuslaw juga dianggap sebagai penghambat pertumbuhan daerah dan pendapatan lokal.
“Saya tidak setuju dengan omnibuslaw. Ini merugikan daerah baik dari segi aturan maupun pendapatan daerah,” kata Jeffisa. ***
PUSARAN - Kader dan pimpinan desa Partai Golkar se-Kecamatan Mamosalato mendorong Ketua DPD II Partai…
PUSARAN - Konsolidasi Partai Golongan Karya (Golkar) di Kabupaten Morowali Utara, Sulawesi Tengah, hampir rampung.…
PUSARAN - Rustam Wiyono terpilih memimpin Pengurus Kecamatan (PK) Partai Golkar Mamosalato dalam Musyawarah Kecamatan…
PUSARAN - Liga Pelajar ASKAB PSSI Morowali Utara 2026 resmi berakhir setelah seluruh rangkaian pertandingan…
PUSARAN - PT Gunbuster Nickel Industry (GNI) bersama PT Stardust Estate Investment (SEI) dan perusahaan…
PUSARAN - Bupati Morowali Utara (Morut) Delis Julkarson Hehi meminta perusahaan mengarahkan program tanggung jawab…
This website uses cookies.