Berita

CV Berkah Menara Wirasena dan CV Owen Engineering, 2 Perusahaan ini Dinilai Kerja Asal-asalan

MOROWALI UTARA- Tinjau pekerjaan dari Dana Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN), Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Morowali Utara geram dengan 2 perusahaan yang di nilainya bandel.

Anggota DPRD Morut yang berada di dapil III melakukan peninjauan sejumlah proyek Pemerintah Daerah Kabupaten Morowali Utara di wilayah kecamatan Mori Utara.

Dari hasil peninjauan lapangan, Komisi III DPRD Morut menggelar Rapat dengar pendapat (RDP) dengan Dinas PUPR Kabupaten Morut, yang di hadiri sekertaris PUPR, Kepala Bidang PJSA, PPTK, kamis 2 februari 2023 pukul 14.30 wita. Dalam pertemuan tersebut, anggota komisi III mencecar PUPR yang di nilai lemah dalam pengawasan, walaupun sudah di ingatkan berkali-kali.

Saat di konfirmasi media ini, Komisi III bahkan minta Pemda tegas lakukan blacklist 2 perusahaan yang bandel tersebut dari proyek di Morowali Utara.

“Kedua perusahaan tersebut harus menjadi catatan bagi pemerintah daerah untuk pekerjaan berikutnya. Perusahaan tersebut sudah di ingatkan sebelumnya saat tinjauan lapangan, tetapi bandel. Sehingga kami sarankan di blacklist,” kata ketua Komisi III Abidin Lamatta (3/2)

Proyek Rekonstruksi jalan SP3 Jalan Negara-Peleru kecamatan Mori Utara yang dikerjakan oleh CV. Berkah Menara Wirasena dengan nilai kontrak Rp. 9.639.147.656 sebelumnya telah ditinjau pada tanggal 24 November 2022. Bahkan komisi III saat itu minta pekerjaan diberhentikan, dilakukan pembongkaran pasangan batu, dan mengganti material pasir yang bercampur lumpur.

“Setelah kunjungan lapangan kembali, masih di dapatkan material yang bercampur tanah. Sebelumnya sudah di ingatkan kepada PUPR. Ini menandakan tidak dilakukan pengawasan yang benar,” kata Helen (3/2)

Kemudian Proyek rekonstruksi Jalan Era Bencue dikerjakan oleh CV. Owen Engineering dengan pagu anggaran Rp8.754.999.999. Sebelumnya ketua komisi III telah meninjau proyek ini pada 07 Januari 2023, dan mengingatkan agar menjaga kualitas pekerjaan.

“Ini pekerjaan yang harusnya menggunakan molen, tetapi hanya di campur manual. Pekerjaan di lapangan juga baru sampai 60%,” ujar Helen

Komisi III DPRD Morut benar-benar geram dan menilai pekerjaan ini dikerjakan asal-asalan. Padahal jalan wilayah tersebut menelan anggaran yang besar, dan telah menjadi keluhan masyarakat selama bertahun-tahun.

Redaksi Pusaran

Recent Posts

PK Golkar Petasia Timur Jadi Kekuatan Utama Partai Golkar di Morowali Utara

PUSARAN - Pengurus Kecamatan (PK) Golkar Petasia Timur kembali mendapat pengakuan sebagai salah satu kekuatan…

14 jam ago

Darman Kembali Pimpin PK Partai Golkar Petasia Timur Secara Aklamasi

PUSARAN - Darman kembali dipercaya memimpin Pengurus Kecamatan (PK) Partai Golkar Petasia Timur setelah terpilih…

14 jam ago

Kisruh Kantin Oma Walenta Temui Titik Terang, Buang Sembang Bantah Terima Uang

PUSARAN - Kisruh Kantin Oma Walenta di lingkungan Kantor Bupati Morowali Utara mulai menemui titik…

1 hari ago

Haerudin Azis Ajak Warga Ganda-Ganda Bersatu Bangun Desa

PUSARAN - Calon Kepala Desa Ganda-Ganda, Haerudin Azis, mengajak seluruh masyarakat kembali bersatu dan bersama-sama…

4 hari ago

Haerudin Azis Menang Telak di Pilkades Ganda-Ganda dengan 1.044 Suara

PUSARAN - Haerudin Azis memastikan kemenangan telak dalam Pilkades Ganda-Ganda 2026 yang menjadi bagian dari…

4 hari ago

Ahmad Ali Center Tanggalkan Identitas Politik

PUSARAN - Ahmad Ali Center (AAC) akhirnya menanggalkan identitas politik dan menegaskan arah baru sebagai…

1 minggu ago

This website uses cookies.