Berita

Bupati dan Mantan Ketua DPRD Morowali Utara Didemo Warga

JAKARTA – Bupati Morowali Utara (Morut), Delis Julkarson Hehi, dan mantan Ketua DPRD Morut, Megawati Ambo Assa, didemo di Mabes Polri dan Kejaksaan Agung di Jakarta, Senin (16/6/2025).

Aliansi Rakyat Anti Korupsi dan Peduli Pembangunan Morowali Utara (ARAK-P2MU) dalam aksi ini menuntut pengusutan dugaan korupsi dan penyalahgunaan kewenangan di daerah tersebut.

Massa aksi membawa spanduk dan poster bertuliskan “Periksa dan Adili Bupati dan Mantan Ketua DPRD Morowali Utara” serta tuntutan atas dugaan pelanggaran hukum di sektor perkebunan, pertambangan, dan pengelolaan dana publik.

Baca jugaPemerintah Cabut Empat Izin Tambang Nikel di Raja Ampat

Dalam orasinya, Burhanuddin Hamzah, salah satu orator aksi, menegaskan bahwa Morut sedang tidak baik-baik saja.

“Kami cinta Morowali Utara. Karena itu, kami datang ke Jakarta menyuarakan kondisi yang selama ini tak tersentuh hukum,” ujarnya.

Orator lainnya, Yan Paul, mengkritisi kebijakan Bupati Delis yang menurutnya membuka ruang ketimpangan dalam pengelolaan izin pertambangan nikel dan perkebunan kelapa sawit.

Yan juga menyoroti banjir yang terjadi bersamaan dengan aksi mereka di Jakarta sebagai bukti lemahnya manajemen lingkungan dan pembangunan daerah.

“Saat kami demo di Jakarta, Kolonodale ibu kota Morowali Utara kebanjiran. Ini ironi bagi daerah kaya nikel,” tegasnya.

Tuntutan ARAK-P2MU ke Mabes Polri dan Kejagung

ARAK-P2MU mengajukan lima tuntutan dalam laporannya yang mereka serahkan langsung ke Mabes Polri dan Kejaksaan Agung RI:

1. Usut dugaan penyalahgunaan wewenang Bupati Delis Julkarson Hehi dalam penerbitan izin lokasi/KKPR untuk PT CAS.

2. Periksa PT CAS atas dugaan pelanggaran UU No. 39/2014 tentang Perkebunan dan kewajiban memiliki HGU (Pasal 42 UU Perkebunan hasil judicial review MK).

3. Audit penggunaan Dana PEN 2022 senilai Rp200 miliar yang dialokasikan untuk Kabupaten Morowali Utara.

4. Usut pekerjaan rehabilitasi rumah jabatan Bupati dan Wakil Bupati tahun 2021 senilai Rp2 miliar yang diduga tanpa dasar penganggaran KUA-PPAS.

5. Selidiki dana Bansos COVID-19 tahun 2020 yang pengadaannya disebut melibatkan mantan Ketua DPRD, Megawati Ambo Assa.

Sebagai daerah penghasil nikel berkualitas ekspor, Morowali Utara menjadi magnet bagi investor besar, terutama dari China. Namun, menurut ARAK-P2MU, kekayaan alam tidak berbanding lurus dengan pembangunan daerah dan kesejahteraan masyarakat.

“Kami menyerukan Morowali Utara harus dipimpin oleh tokoh berintegritas, bukan sekadar mengejar keuntungan kelompok,” tutup Yan Paul. (*)

Redaksi Pusaran

Recent Posts

Belum Genap Setahun, Sport United Poboya Junior Langsung Jadi Juara Nasional

PUSARAN - Siapa sangka tim yang belum genap berusia satu tahun mampu menaklukkan klub-klub terbaik…

1 minggu ago

Komunitas TAMEME Tembus Dusun Terpencil Salurkan Bantuan untuk Korban Gempa Sigi

PUSARAN - Di saat banyak bantuan terkonsentrasi di wilayah yang mudah diakses, Komunitas Jurnalis TAMEME…

3 minggu ago

Camat dan Lurah Siap Wujudkan Kota Palu Ramah Penyandang Disabilitas

PUSARAN - Puluhan Camat dan Lurah siap mewujudkan Kota Palu ramah penyandang disabilitas melalui penguatan…

3 minggu ago

Jam’iyyah SD Islam Al Azhar 63 Palu Salurkan Bantuan Korban Gempa Sigi

PUSARAN - Jam'iyyah SD Islam Al Azhar 63 Palu kembali menunjukkan kepedulian kemanusiaan dengan menyalurkan…

3 minggu ago

Mastam Mustaring Soroti Peran Koperasi, Dampak Investasi, hingga Kondisi Keuangan Daerah yang Sedang Sulit

PUSARAN - Ketua DPD PKS Morowali Utara (Morut), Mastam Mustaring, menegaskan pentingnya memperkuat peran koperasi…

3 minggu ago

Mahasiswa Pelaku Pembunuhan di Desa Era Ditangkap di Kolaka Timur

PUSARAN - Misteri kasus pembunuhan yang menggemparkan warga Desa Era, Kecamatan Mori Utara, Kabupaten Morowali…

3 minggu ago

This website uses cookies.