Wakil Ketua DPD Demokrat Sulteng, Kasmat Ibrahim tampil dengan atribut dan simbol dukungan kepada bakal calon gubernur Sulteng Ahmad Ali di salah satu tempat dalam wilayah kabupaten Sigi, Selasa (10/9/2024). (Foto: ham/pusaran.id)
PALU – Wakil Ketua DPD Demokrat Sulawesi Tengah (Sulteng), Kasmat Ibrahim mengumumkan dukungannya kepada Ahmad Ali dan Abdul Karim Aljufri menjelang Pilgub Sulteng 2024.
Rupanya, perbedaan pandangan dan strategi politik yang berkembang di internal partai mendasri keputusan Kasmat.
“Saya mungkin melihat Pilkada ini dengan sudut pandang yang berbeda dari teman-teman di Demokrat. Ini adalah pilihan politik yang saya ambil dengan pertimbangan matang,” ujarnya ditemui di wilayah Sigi, Selasa (10/9/2024) malam.
Kasmat bukan kader baru di Demokrat. Ia sebelumnya menjabat Ketua DPC Buol. Bahkan selama empat tahun perjalanannya, ia telah berkontribusi dalam membawa partai tersebut meraih 8 kursi di DPRD provinsi.
“Di Demokrat sendiri saya 4 tahun lebih. Pernah jadi ketua DPC, kemudian dipercayakan jadi Wakil Ketua DPD. Artinya, ada kontribusi saya untuk menghasilkan 8 kursi di provinsi. Walaupun mungkin sedikit di mata teman teman Demokrat, tapi saya punya andil,” ungkapnya.
Kasmat juga menyinggung perlakuan partai yang tidak menghargainya sebagai kader murni. Ungkapan itu terkait kandasnya keinginan maju sebagai bakal calon bupati Buol di Pilkada 2024 mendampingi Sopyan Malili. Pasalnya, partainya lebih memilih mengusung pasangan Abdullah Batalipu-Adijoyo Dauda.
“Saya sudah berdarah-darah membela Demokrat, namun kenyataannya partai lebih menghargai orang luar ketimbang kader murni. Kecewa? ya, itu manusiawi. Tapi saya menghargai keputusan Demokrat,” jelasnya.
Ketika ditanya mengenai kesiapannya menghadapi konsekuensi dari keputusan ini, ia dengan tegas menyatakan kesiapannya untuk keluar dari partai jika diperlukan.
“Jika menganggap saya tidak tegak lurus dengan perintah partai, silakan. Tapi ini pilihan politik saya,” ungkapnya.
Meskipun begitu, ia merasa bahwa pilihannya untuk mendukung Ahmad Ali adalah hal yang tepat. Beberapa alasan ia uraikan, salah satunya tentang perjuangannya membantu pertarungan politik Rusdy Mastura di Buol.
“Tiga kandidat yang berkontestasi memiliki hubungan personal yang baik dengan saya. Mereka senior saya. Saya juga Ketua Pemuda Pancasila Buol. Ka Cudy dua kali bertarung di Buol, saya salah satunya yang ikut berjuang. Memang tinggal Ka Mat yang belum belum pernah saya bantu,” sebut Kasmat.
Mengenai Ahmad Ali, ia memuji rekam jejaknya yang mampu menghadirkan solusi konkret bagi masalah-masalah mendasar di Sulteng, seperti pendidikan, kesehatan, infrastruktur, dan lapangan pekerjaan.
Menurut Kasmat, Ahmad Ali memiliki gaya kepemimpinan yang lebih relevan dengan kebutuhan Sulteng saat ini.
“Ahmad Ali bukan tipe pemimpin yang banyak bicara, tapi lebih banyak bertindak. Itu yang dibutuhkan Sulteng saat ini,” katanya.
Baca juga: Optimis Menang di Kampung Halaman, Ahmad Ali: Morowali Adalah Harga Diri
Ia juga mengingatkan bahwa tantangan terbesar Sulteng ke depan adalah bagaimana pemerintah daerah dapat bersinergi dengan pemerintah pusat.
Kondisi itu ia ibaratkan seperti Buol dan daerah lainnya yang masih mengharapkan belas kasih pemerintah pusat melalui APBD. Sementara Sulteng saat ini memang masih membutuhkan perhatian setingat di atasnya.
Agar harapan itu berjalan mulus, Kasmat menekankan harmonisasi pemerintah provinsi dengan kabupaten haruslah baik. Tidak boleh pemerintah kabupaten berfikir dan beretindak lain, kemudian pemerintah provinsi juga melakukan hal berbeda.
Sinergitas mulai dari program sampai dengan tindakan juga penting menurut dia. Sebab apa kebutuhan masyarakat Buol akan berbeda dengan Parigi. Berbeda pula dengan Donggala. Seorang pemimpin harus memahami itu.
“Kita di Sulteng masih sangat bergantung pada APBD, dan Ahmad Ali memiliki akses yang terorganisir untuk mengatasi hal tersebut. Saya sangat meyakini Ahmad Ali bisa melakukan itu semua. Sebagai masyarakat Sulteng, kita harus mengakui itu,” tambahnya.
Ia juga meyakini keputusan ini akan membawa pengaruh signifikan, terutama di daerah Buol yang menjadi basis dukungan penting dalam Pilkada.
“Buol punya karakteristik pemilih yang berbeda, dan saya yakin Ahmad Ali bisa memenangkan wilayah ini,” tandasnya. (ham)
PUSARAN - PT Gunbuster Nickel Industry (GNI) mempercepat pembangunan jalan Trans Sulawesi di Kabupaten Morowali…
PUSARAN - Gubernur Sulteng Anwar Hafid mengajak masyarakat memperkuat kebersihan hati sebagai fondasi utama kehidupan.…
PUSARAN - PT Gunbuster Nickel Industry (GNI) mengintensifkan program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) dengan…
PUSARAN - Crane PT Gunbuster Nickel Industry (GNI) membantu mengevakuasi mobil warga yang terjatuh ke…
PUSARAN - Pemkab Morowali Utara (Morut) mengakui keterlambatan pencairan hibah partai politik untuk Partai Gerindra…
PUSARAN - DPC Partai Gerindra Kabupaten Morowali Utara (Morut) menggelar kegiatan berbagi takjil Ramadan 1447…
This website uses cookies.