Berita

Pemdes Bunta Normalisasi Saluran Peyebab Genangan Air

MORUT – Pemerintah Desa (Pemdes) Bunta terus mengupayakan solusi bagi persoalan genangan air yang melanda wilayahnya. Langkah ini melibatkan berbagai pihak yang benar-benar peduli dengan kondisi itu

Kepala Desa Bunta, Christol Lolo, menjelaskan bahwa genangan terjadi karena dua faktor utama, curah hujan tinggi dan tersumbatnya saluran primer oleh eceng gondok.

“Eceng gondok menutup saluran dari poros jalan menuju perkebunan PT Agro Nusa Abadi (ANA) hingga ke muara. Ditambah lagi muara sepanjang 200 meter mengalami pendangkalan,” ujar Christol, Selasa (16/9/2025).

Ia mengingatkan, beberapa tahun lalu warga sempat menutup muara untuk mencegah luapan Sungai Laa ke pemukiman dan sawah, namun hal itu kini menimbulkan genangan baru.

Baca jugaGNI Bantu Pemdes Bunta Tata Jalan dan Halaman Kantor Baru

Melihat kondisi tersebut, Pemdes Bunta meminta bantuan PT ANA untuk pengerukan. Perusahaan pun menurunkan satu unit ekskavator long arm lengkap dengan kru untuk membersihkan eceng gondok dan mengeruk muara.

Meski pekerjaan sudah berjalan, tetapi mereka belum menyelesaikan normalisasi keseluruhan karena pihak perkebunan kembali memakai alat tersebut. Untuk menyambung kegiatan, pemerintah desa menggandeng BNPB.

“BNPB sudah setuju melanjutkan pengerukan dari poros jalan ke pos sekuriti,” jelas Christol.

Kolaborasi Pemdes Bunta Atasi Genangan Air

Selain PT ANA, PT Stardust Estate Investment (SEI) bersama mitranya PT Gunbuster Nickel Industry (GNI) dan PT PT Nadesico Nickel Industry (NNI) juga mengambil bagian.

Mereka menormalisasi drainase kawasan industri, menimbun jalan-jalan yang dangkal, serta memperbaiki halaman sekolah dengan material nikel. Beberapa unit dump truck, ekskavator, dan alat pemadat dikerahkan dalam kegiatan ini.

Christol mengakui pengerjaan normalisasi belum sepenuhnya rampung. Salah satu kendala adalah pengerukan anak sungai sepanjang 1,5 km menuju Sungai Lampi. Medan yang sulit membuat ekskavator membutuhkan landasan kayu agar bisa bekerja dengan aman.

Baca jugaDiskusi Jurnalistik PFI Palu Bahas Kebencanaan dan Etika Liputan

Pemerintah Desa Bunta menyiapkan program jangka panjang berupa penyemprotan eceng gondok dengan herbisida agar pertumbuhannya tidak kembali liar.

“Ini bagian dari komitmen kami agar saluran primer tetap lancar sepanjang tahun,” tegas Christol.

Christol memnambahkan, pemerintah desa, perusahaan, BNPB, DPRD, dan masyarakat berkolaborasi melakukan normalisasi sungai untuk mengatasi genangan air yang selama ini mengganggu warga.

Meski demikian, Christol menyebut pemerintah desa tetap menjadi ujung tombak pelaksanaan di lapangan. Mulai dari menanggung bahan bakar, menekan perusahaan agar turun tangan, hingga berkoordinasi dengan kelompok tani untuk menentukan titik pengerukan prioritas.

“Agar kolaborasi ini berjalan lancar, saya telepon para pimpinan perusahaan  untuk melakukan koordinasi,” tandasnya. (ham)

Admin

Recent Posts

Kader Golkar Mamosalato Dorong Warda Maju Bupati

PUSARAN - Kader dan pimpinan desa Partai Golkar se-Kecamatan Mamosalato mendorong Ketua DPD II Partai…

3 hari ago

Konsolidasi Golkar Morowali Utara Hampir Rampung

PUSARAN - Konsolidasi Partai Golongan Karya (Golkar) di Kabupaten Morowali Utara, Sulawesi Tengah, hampir rampung.…

3 hari ago

Rustam Wiyono Terpilih Pimpin Golkar Mamosalato

PUSARAN - Rustam Wiyono terpilih memimpin Pengurus Kecamatan (PK) Partai Golkar Mamosalato dalam Musyawarah Kecamatan…

3 hari ago

Liga Pelajar ASKAB PSSI Morut Berakhir, Talenta Muda Siap Bersaing ke Porprov X

PUSARAN - Liga Pelajar ASKAB PSSI Morowali Utara 2026 resmi berakhir setelah seluruh rangkaian pertandingan…

3 hari ago

PT GNI Kolaborasi Perbaiki 948 Meter Jalan Nasional

PUSARAN - PT Gunbuster Nickel Industry (GNI) bersama PT Stardust Estate Investment (SEI) dan perusahaan…

1 minggu ago

Delis Minta CSR Perusahaan Fokus Entaskan Kemiskinan

PUSARAN - Bupati Morowali Utara (Morut) Delis Julkarson Hehi meminta perusahaan mengarahkan program tanggung jawab…

3 minggu ago

This website uses cookies.